Skip to main content
Bengkulu Utara Darurat Bencana,BPBD Gelar Rakor

Bengkulu Utara Darurat Bencana,BPBD Gelar Rakor

Badan  Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Utara  Senin(26/9) Pukul 10.00 Wib,Melaksanakan Rapat Koordinasi Tentang Bencana Yang Kerap Terjadi Diwilayah setempat.

Pertemuan Rakor kali ini dilakukan karena meningkatnya potensi bencana alam wilayah Bengkulu Utara, serta untuk simulasi bencana alam agar para anggota bisa bekerja lebih baik ketika terjun ke lokasi bencana.

Hasil kajian Pemkab Bengkulu utara jumlah kejadian bencana alam meningkat dari 2016 – 2017, dimana yang disebutkan bahwa gempa, banjir, dan tanah longsor masih sering terjadi juga karena hujan yang kerap mengguyur wilayah Bengkulu Utara. Dari sembilan kasus di tahun 2016 menjadi dua puluh tujuh kasus. Hal ini menimbulkan keperihatinan pemerintah setempat.

“Mengevaluasi pada tahun ini sudah ada dua puluh kasus bencana alam seperti pada kasus banjir di Wonoharjo, juga ada longsornya gorong-gorong hingga mengakibatkan jembatan ambrol, dan putusnya sebuah jembatan gantung di Lubuk Gedang karena terseret luapan air sungai. Hal ini menjadi perhatian khusus agar ditindak lanjuti sesegera mungkin.” ungkap Made Astawa selaku Kepala BPBD.

Pemerintah menghibau partisipasi dari masyarakat agar cepat tanggap dalam menanggulangi bencana yang ada disekitarnya, dan bisa melaporkan segera kepada pihak terkait jika terjadi bencana alam.

Acara Rakor ini dilangsungkan  di aula Kantor Bupati serta dihadiri oleh Kepala BPBD, pihak Kapolres, Disbub, Ketua Tagana Bengkulu Utara, Camat – Camat Bengkulu Utara dan anggota – anggota DPBD lainnya.(SULE/Cw1)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size