Skip to main content
Tampak Mahasiswa mengelar Aksi

Fasilitas Akademik Tak Kunjung Diperbaiki, Mahasiswa Turun Aksi

Bengkulu, Tuntasonline.com - Kurang memadainya Fasilitas Akademik di Kampus Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) Universitas Bengkulu, mahasiswa lakukan aksi guna dapatkan kepastian dari Rektor Universitas Bengkulu, Ridwan Nurazi pada Jumat(6/4).

Penantian mahasiswa Program Studi Penjaskes Universitas Bengkulu yang selama ini menunggu Perbaikan dan Pembenahan beberapa Fasilitas Akademik, hingga saat ini tak kunjung terjawab. Seperti dikatakan oleh Wili Arianto mewakili mahasiswa Penjaskes Universitas Bengkulu, bahwasanya sarana yang di sediakan oleh Pihak Universitas sangatlah minim dan jauh dari kata nyaman. 

Adapun Tuntutan terkait Fasilitas yang dikeluhkan oleh mahasiswa Penjaskes sebagai berikut:

  1. Lapangan, di kampus penjas air sebakul hanya memiliki 1 lapangan bola, lapangan sepak takraw dan satu lapangan utama yg mana digunakan untuk volly, futsal, basket, bola tangan, dan olahraga atau praktek yg menggunakan lapangan, sehingga banyak mahasiswa yg mengeluh.
  2. Ruangan, hanya ada beberapa kelas yang terdapat Kipas angin, yang mana ketika mahasiswa usai melakukan praktik dan masuk kedalam kelas, mahasiswa merasa kepanasan dalam kelas dan dinilai merusak konsentrasi mahasiswa. 
  3. Lantai, kampus Penjaskes Universitas Bengkulu masih menggunakan lantai model lama, belum keramik seperti layaknya Universitas saat ini. Mahasiswa juga mengeluhkan, ketika kuliah massage atau menggunakan media lantai, mahasiswa merasa tidak nyaman. 
  4. Lampu dan Plafon, tidak adanya lampu di kampus Penjaskes juga menjadi permasalahan yang tidak bisa dianggap sepele, mahasiswa mengatakan bahwa ketika belajar dan matahari tertutup oleh awan, maka ruangan akan menjadi gelap dan mengganggu proses belajar mengajar, bahkan plafon ruanganpun bocor. 
  5. Sarana kuliah, Mulai dari matras yang harus digunakan bergantian, dan masih banyak sarana serta prasarana yang masih sangat kurang.

Dengan adanya tuntutan tersebut, Ridwan Nurazi mengatakan bahwa hal tersebut sudah dianggarkan untuk tahun ini. Akan tetapi, realisasi dari anggaran tersebut masih bergantung kepada Dirjen Anggaran persetujuannya.

"Sebenarnya sudah diproses dan InsyaAllah jika memang disetujui oleh Dirjen Anggaran, fasilitas yang ada di Penjaskes itu akan segera kita perbaiki di tahun ini. Kalau, nah ini kan kita bergantung ini, kita mengerjakan sesuatu yang belum sepenuhnya menjadi hak kita, kalau sekiranya Dirjen Anggaran belum mengizinkan, tahun depan hampir pasti akan kita realisasikan," jelas Ridwan kepada massa aksi didepan Gedung Rektorat Universitas Bengkulu.

Berbeda dengan Ridwan, Wili mengatakan bahwa masalah utama belum terbangunnya Fasilitas Akademik secara layak di Kampus Penjaskes Universitas Bengkulu itu yakni masalah sengketa lahan yang terjadi di Kampus Penjaskes.

"Ini kan masalah fasilitas, alasan rektor pada utamanya kan ialah masalah lahan penjas air sebakul yang kami belum tau kejelasannya. Sehingga alasan mereka tidak bisa membangun prasanana/merealisasikan ialah masalah lahan, jadi kami pengen tau dulu bagaimana masalah lahan penjas ini(karna masih dibicarakan), Mungkin setelah pertemuan ini. Bagaimana masalah lahan, apabila masalah lahan penjas tidak bisa terselesaikan kami harap pihak yang berwenang memindahkan kami dan memberikan fasilitas yang sesuai dengan program studi kami," ungkap Wili Arianto ketika di Konfirmasi Via Whatsapp oleh Wartawan Tuntasonline.com.

Wili juga mengatakan bahwa jika tidak ada tindak lanjut maupun tuntutan mahasiswa Penjaskes tidak terpenuhi, bukan hal yang tidak mungkin jika mahasiswa akan menggelar aksi lanjutan terkait Fasilitas Akademik yang diminta oleh Mahasiswa Penjaskes Universitas Bengkulu.(CW4)

Tags

Facebook comments

Adsense Google Auto Size