Skip to main content

Bupati Karo Hadiri Deklarasi dan Pelantikan WKI

Karo,TuntasOnline.id – Wanita Karo  dikenal gigih, tahan banting, dan pemberani. Dari masa perjuangan hingga kehidupan modern, wanita Karo selalu hadir sebagai tiang keluarga, penjaga nilai, dan penggerak perubahan. Dalam tradisi, mereka terbiasa memikul beban berat, baik secara harfiah maupun simbolis. Dalam kehidupan sosial, mereka selalu berada di garda depan, tak gentar menghadapi tantangan.

Deklarasi Wanita Karo Indonesia (WKI) bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah tekad kolektif untuk meneguhkan peran perempuan Karo di tengah dinamika bangsa. Organisasi ini lahir sebagai ruang aktualisasi, kolaborasi, sekaligus wadah perjuangan agar suara perempuan Karo lebih didengar — tidak hanya di lingkaran adat dan komunitas, tetapi juga dalam pembangunan nasional.

"Lebih dari sekadar organisasi, Wanita Karo Indonesia adalah simbol daya juang. Mereka mengajarkan bahwa menjadi perempuan berarti mampu berdiri tegak ketika badai datang, menjadi lentera ketika jalan gelap, dan menjadi jembatan yang menyatukan generasi, " ungkap panitia mengawali acara deklarasi dan pelantikan WKI 

Dalam sambutannya, Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes menegaskan  peran wanita merupakan pilar penting dalam pembangunan bangsa dan negara.
Hal itu disampaikan dalam acara Deklarasi dan Pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Wanita Karo Indonesia (WKI) periode 2025–2030, yang berlangsung khidmat di Grand Ballroom Tiara Convention Center, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (06/10/2025).

Bupati Antonius Ginting menekankan bahwa wanita memiliki kontribusi besar dalam membentuk generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh perempuan untuk aktif berkontribusi, menjaga solidaritas, dan berkolaborasi menciptakan perubahan positif, khususnya di Kabupaten Karo dan Sumatera Utara pada umumnya.

"Peran wanita sangat penting dalam memperkuat pembangunan, baik di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun sosial dan politik. Di bidang ekonomi, perempuan turut mendorong usaha mikro dan pertanian. Di bidang pendidikan dan kesehatan, mereka berperan melalui advokasi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sedangkan dalam sosial dan politik, wanita berkontribusi dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan partisipasi pengambilan keputusan,” ujar Antonius.

Bupati juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Indeks Pembangunan Gender Kabupaten Karo mencapai 96,49, yang menunjukkan kesetaraan pembangunan antara laki-laki dan perempuan di daerah tersebut tergolong tinggi.

Lebih lanjut, Antonius menjelaskan, bahwa deklarasi WKI bukan sekadar simbol, melainkan tekad dan komitmen bersama untuk memperkuat gerakan pemberdayaan perempuan yang lebih kuat, inovatif, dan berdampak nyata di Kabupaten Karo.

 “Mari kita bergandengan tangan, memperkuat kolaborasi antarorganisasi dan individu demi mewujudkan cita-cita wanita Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkontribusi penuh bagi pembangunan bangsa,” tandasnya

Acara pelantikan yang mengusung tagline “Mejuah-juah Wanita Karo, Beru Silima Luar Biasa” berlangsung khidmat dengan diiringi lagu dan tarian khas Suku Karo. 

Prosesi pelantikan dilakukan oleh Dewan Pembina Barata Brahmana bersama Antonius Ginting dan Edi Warta Surbakti, yang mengukuhkan Pengurus DPP WKI periode 2025–2030.

Dalam prosesi tersebut, Ketua KPPRI sekaligus Dewan Penasehat DPP WKI Badikenita Putri Sitepu(Senator DPD RI) menyerahkan bendera pataka kepada Ketua Umum DPP WKI Prof. Dr. Maria Kaban, SH., M.Hum.

Berikut susunan kepengurusan DPP WKI periode 2025–2030;

  • Ketua Pembina; Barata Brahmana.
  • Ketua Penasehat: Mayjen (purn) Musa Bangun
  • Ketua Umum: Prof. Dr. Maria Kaban, SH., M.Hum.
  • Ketua: Dra. Junita Setiana Ginting, M.Si.; Yosephine N. Sembiring, SE., M.Si.; Prof. Eva Marlina Ginting
  • Sekretaris Umum: Tania Depari
  • Sekretaris: Dr. Karina Brahmana; Jenda Muli Ginting; Rintan Saragih
  • Bendahara Umum: Dra. Rosliana Sukatendel, Ak., MM
  • Bendahara: Prof. Dr. Juliati Tarigan, M.Si.

Dalam sambutannya, Prof. Maria Kaban menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan deklarasi dan pelantikan ini.

"Kita merupakan orang-orang terpilih. Marilah kita buktikan bahwa wanita Karo mampu dan tangguh mengembangkan potensi. Dengan slogan bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh, saya mengajak seluruh pengurus bekerja sama untuk membawa organisasi ini maju,” ujarnya dengan penuh semangat.

Sementara itu, pembina Edi Warta Surbakti mengingatkan para pengurus agar terus meningkatkan eksistensi wanita Karo sebagai perempuan Indonesia yang kuat dan mandiri, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya Karo.

"Semoga dari deklarasi ini lahir karya-karya besar. Semoga perjuangan wanita Karo yang gigih, tahan banting, dan pemberani terus memberi inspirasi, tidak hanya bagi Karo, tetapi bagi seluruh Indonesia. Karena ketika perempuan Karo melangkah bersama, mereka tidak hanya menorehkan sejarah, tapi juga membuka jalan bagi masa depan yang lebih adil dan setara," Pungkasnya.(wan/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size