Wokshop Penyiaran Radio S1 Jurnalistik, Widi: Radio Ini Unik
Bengkulu, Tuntasonline.com - Program Studi S1 Jurnalistik edukasi mahasiswa melalui Workshop Penyiaran Radio di Gedung Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu, pada Senin(30/4).
Workshop Penyiaran Radio yang diselenggarakan Program Studi (Prodi) S1 Jurnalistik Universitas Bengkulu ini guna tajamkan kemampuan kejuruan yang dimiliki mahasiswa terkhusus mahasiswa Jurnalistik. Kegiatan Workshop ini disambut antusias oleh mahasiswa. Terbukti, kuota peserta yang disediakan oleh Panitia terisi penuh sebanyak 120 orang.
Marli Effendi dan Miatu Rohmah menjadi pemateri dalam Workshop yang di selenggarakan Prodi S1 Jurnalistik kali ini. Marli dan Miatu merupakan penyiar kawakan Radio Republik Indonesia (RRI). Kegiatan Workshop ini diisi dengan penyampaian materi terkait hal-hal yang berkaitan dengan Sistem Penyiaran Radio. Bukan hanya sistem Penyiaran Radio, Marli dan Miatu juga memberikan tips dan trik kepada mahasiswa, bagaimana menjadi penyiar yang baik.
"Sebagai penyiar, kita harus bisa memahami dan mengetahui hot issue dan hot news yang sedang hangat diperbincangkan oleh masyarakat," ujar Miatu ketika menjelaskan salah satu tips untuk menjadi penyiar yang baik.
Selain memberikan materi terkait sistem dan teknik dalam penyiaran radio. Marli dan Miatu juga membagikan pengalaman dan cerita bagaimana kehidupan seorang penyiar radio.
"Menurut Instruksi KPI pusat, kami nge-MC (membawakan acara-red) gak boleh, foto gak boleh, nge-like (menyukai-red) gak boleh, itu sudah diatur sejak Pilpres kemarin hingga saat ini, padahal Pilkada ini momen kami dalam mendapatkan pundi-pundi amal," ucap Marli memberikan sedikit pengetahuan bagaimana menjadi penyiar di RRI.
Bukan hanya materi secara teori yang akan disampaikan oleh pemateri. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk melakukan rekaman membawakan sebuah acara radio dan di bimbing bagaimana seharusnya membawakan acara radio yang baik dan benar.
Dalam wawancaranya Wahyu Widiastuti mengatakan Workshop ini menjadi sarana bagi mahasiswa dalam mempelajari bagaimana menjadi penyiar radio dan bagaimana sistem siaran radio. Karena radio adalah media lama yang unik. Ketika media-media lama lain cukup terganggu dengan adanya media online, justru radio bisa dibilang diuntungkan karena dengan adanya streaming, jangkauan radio semakin luas dan semakin bisa didengarkan oleh berbagai lapisan.
"Kemunculan media baru kadang-kadang itu mempengaruhi media lama. Kayak jaman dulu ketika radio muncul media cetak agak goyang, tv muncul radio agak goyang. Tapi radio ini unik, dengan munculnya internet media-media lama terganggu, tv terganggu, orang jarang nonton tv apalagi kelompok-kelompok remaja kayak kamu. Koran cetak mati, jangan-jangan 10 tahun kedepan koran cetak mati. Justru radio diuntungkan dengan adanya internet, dengan adanya streaming orang masih mendengarkan radio untuk mereka belajar, dijalan gitu," ungkap Widi, sapaan akrab Ketua Prodi S1 Jurnalistik Universitas Bengkulu.(CW4)
- 62 views
Facebook comments