Bupati Parosil Apresiasi Tren Penurunan Kemiskinan di Lampung Barat, Sebut Pemkab On The Track
Lampung Barat, Tuntasonline.id - Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengapresiasi tren penurunan angka kemiskinan di wilayah Bumi Beguai Jejama Sai Betik, berdasarkan hasil paparan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Barat.
Hal itu disampaikan Parosil saat audiensi dengan Kepala BPS Lampung Barat Shista Virgo Winatha, SE., ME. di Aula Rusli B.St BPS Lampung Barat, Kecamatan Balik Bukit, Rabu (21/10/2026).
Audiensi tersebut memaparkan Analisis Perkembangan Indikator Kemiskinan Lampung Barat periode 2020-2026.
"Kegiatan seperti ini untuk melihat sekaligus juga mengkritisi, sekaligus memperhatikan paparan yang sudah disampaikan oleh Kepala BPS Lampung Barat, terkait dengan hasil survei sosial ekonomi yang dilaksanakan di pertengahan tahun 2026," ujar Parosil.
Menurut Parosil, data BPS menunjukkan hasil yang menggembirakan meski masih menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.
"Nah, selanjutnya, kalau kita lihat dari grafik kemiskinan, tentu kita bergembira, ya kan? Karena memang trennya grafik itu terjadi penurunan terus, walaupun mungkin angkanya tidak terlalu signifikan," katanya.
"Tapi tentu terjadinya penurunan ini sebetulnya menunjukkan bahwa pemerintah daerah ini komitmen, kalau bahasa kerennya on the track lah," lanjut Parosil.
Berdasarkan data yang dipaparkan Kepala BPS Lampung Barat Shista Virgo Winatha, tingkat kemiskinan (P0) Lampung Barat turun dari 12,52 persen pada 2020 menjadi 9,27 persen pada 2026 atau turun 3,25 poin.
Penurunan tersebut berada di urutan ke-6 terbesar dari 15 kabupaten/kota se-Lampung dan kini berada sedikit di bawah rata-rata provinsi Lampung yang sebesar 9,31 persen.
Parosil menegaskan, paparan BPS sejalan dengan kebijakan yang telah disusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang merupakan visi misi kepala daerah, serta telah selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi.
"Sesuai dengan kebijakan-kebijakan yang memang sudah disusun dalam bentuk rencana pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Lampung Barat yang merupakan visi dan misi daripada seorang kepala daerah," ucapnya.
Pada kesempatan itu, Bupati yang sudah menjabat hampir 7 tahun tersebut meminta BPS memberikan rekomendasi yang detail dan konkret sebagai bahan kajian Bappeda.
"Yang menjadi PR sekarang ini sebetulnya simpel saja ini Pak Kepala BPS, Bupati berharap adanya rekomendasi yang detail dan konkrit. Upaya nanti rekomendasi itu nanti bisa menjadi bahan kajian yang nanti akan dibahas oleh Bappeda beserta tim," kata Parosil.
Parosil juga mengapresiasi inisiatif BPS yang baru pertama kali mengundang bupati bersama perangkat daerah untuk paparan langsung.
"Ini kebetulan nih, saya sebenarnya terima kasih banget ini. Ini kan momentum yang paling tepat, jarang... selama Bupati hampir 7 tahun, ya kan, periode yang pertama itu 5 tahun, jadi ini sudah hampir masuk ke tahun yang ketiga periode kedua, baru kali ini, ya kan, BPS minta supaya Bupati bawa staff, beliau ingin melakukan paparan. Ini yang saya apresiasi," ujarnya.
"Karena ini yang membentuk ini ke dapur kita, strategi kita untuk wujudkan dan implementasikan Sat Ananda Sakti, yang tentunya dikolaborasikan disinergikan dengan programnya Pak Gubernur dan juga tentunya cita-citanya Pak Presiden," pungkas Parosil.
Untuk diketahui, BPS dalam paparannya merekomendasikan enam langkah percepatan untuk mengejar target Kemensos 5,29 persen di 2029, mulai dari penajaman data tunggal DTSEN desil 1-2, peningkatan nilai tambah petani kopi, hingga penciptaan lapangan kerja bergaji di sektor pariwisata dan industri pengolahan.(WN)
- 3 views
Facebook comments