Skip to main content

Lapas Nunukan Tampilkan Karya Warga Binaan

Nunukan, TuntasOnline.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan melalui keikutsertaannya dalam Paras Fest 2026, Sabtu (3/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Lapas Nunukan membuka stand pameran yang menampilkan berbagai hasil karya dan produk kreatif Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Keikutsertaan Lapas Nunukan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil pembinaan kepada masyarakat. Berbagai produk yang ditampilkan menunjukkan keterampilan WBP dalam bidang kerajinan maupun pembinaan kemandirian yang memiliki nilai seni dan potensi ekonomi.

Salah satu produk yang menarik perhatian yakni Batik Tulis Lulantatibu. Kain batik khas Kabupaten Nunukan tersebut merupakan hasil karya WBP Lapas Nunukan yang dikembangkan dengan sentuhan kreasi khas Lapas.

Melalui kreativitas WBP, motif dan nilai budaya Lulantatibu dikembangkan menjadi produk batik tulis yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal.

Kalapas Kelas IIB Nunukan, Dony Setiawan, mengatakan keikutsertaan dalam Paras Fest 2026 menjadi kesempatan bagi Lapas untuk memperkenalkan hasil pembinaan WBP kepada masyarakat secara lebih luas.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Warga Binaan Pemasyarakatan memiliki potensi dan keterampilan yang dapat terus dikembangkan. Salah satunya karya Batik Tulis Lulantatibu yang kami kreasikan bersama sebagai produk hasil pembinaan Lapas Nunukan," ujarnya.

Menurut Dony, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka ruang apresiasi sekaligus peluang pemasaran bagi produk hasil karya WBP.

Dengan demikian, pembinaan yang dilakukan di Lapas tidak hanya berorientasi pada keterampilan selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bekal bagi WBP untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

"Ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan dan masyarakat dalam mendukung pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan," katanya.

Dony menambahkan, berbagai karya yang dihasilkan WBP menjadi bukti bahwa proses pembinaan dapat melahirkan produk yang memiliki nilai seni sekaligus membawa nama Kabupaten Nunukan.

Lapas Nunukan pun terus mendorong kreativitas dan keterampilan WBP melalui program pembinaan yang berkelanjutan agar hasilnya dapat memberikan manfaat, baik bagi warga binaan maupun masyarakat.

Facebook comments

Adsense Google Auto Size