Anggaran Sarpras SMK Cendikia Lampung Barat Dipertanyakan, Kepsek Berikan Penjelasan Berbeda
Lampung Barat, Tuntasonline.id -Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cendikia, Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, menjadi sorotan terkait realisasi penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2025, khususnya pada pos pemeliharaan sarana dan prasarana (sarpras).
Saat dikonfirmasi mengenai realisasi anggaran sarpras yang tercatat lebih dari Rp31 juta, pihak sekolah menyampaikan sejumlah penjelasan terkait penggunaan dana tersebut.
Kepala SMK Cendikia, Suyadi, menjelaskan bahwa sebagian anggaran digunakan untuk pembangunan fasilitas toilet sekolah. Menurutnya, sebelum pembangunan dilakukan, siswa harus menggunakan toilet di sekolah lain maupun di rumah warga karena sekolah belum memiliki fasilitas toilet yang memadai.
“Iya Mas, untuk buat WC karena kasihan saat mau BAB atau buang air kecil harus lari ke sekolah sebelah atau ke rumah. Jadi ya kami buat WC,” ujar Suyadi.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, anggaran sarpras tersebut dialokasikan dalam dua tahap, yakni sebesar Rp8.057.000 pada tahap pertama dan Rp23.010.000 pada tahap kedua.
Ketika ditanyakan mengenai adanya program revitalisasi sekolah pada 2025 yang juga mencakup pembangunan atau perbaikan fasilitas sanitasi, Suyadi menjelaskan bahwa pembangunan toilet menggunakan dana BOS dilakukan terlebih dahulu karena bantuan revitalisasi baru diterima pada pertengahan tahun.
“Iya, kita kan dapat bantuan revitalisasi sekolah itu sudah memasuki pertengahan tahun, sedangkan kita buat WC saat pencairan dana BOS tahap pertama,” jelasnya.
Namun, ketika kembali ditanyakan mengenai keberadaan toilet setelah adanya program revitalisasi, Suyadi mengatakan fasilitas tersebut tetap digunakan, tetapi dilakukan pembongkaran, perbaikan, dan perluasan ukuran.
“Tetap dengan WC itu, namun dibongkar, diperbarui dan diperbesar ukurannya,” katanya.
Suyadi kemudian menjelaskan bahwa realisasi anggaran sarpras tidak seluruhnya digunakan untuk pembangunan toilet. Menurutnya, biaya pemeliharaan toilet sekitar Rp7 juta, sementara sebagian lainnya digunakan untuk kebutuhan pemeliharaan dan pembelian perlengkapan sekolah, termasuk kunci serta peralatan praktik otomotif.
“Pemeliharaan WC cuma habis Rp7 jutaan. Di situ ada juga pemeliharaan lain seperti beli kunci dan peralatan praktik montir. Kadang kan hilang barangnya,” ungkapnya.
Selain sarpras, Suyadi mengatakan Dana BOS sekolah juga digunakan untuk membayar honor guru dan tenaga tata usaha. Ia menyebut terdapat sekitar 14 orang yang menerima honor dengan total pengeluaran sekitar Rp7 juta per bulan.
“Perkiraan dalam satu bulan bayar gaji honor berikut TU sebanyak 14 orang, memakan anggaran Rp7 juta. Dikalikan 12 bulan sudah Rp84 juta,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan data anggaran yang menjadi bahan konfirmasi, total Dana BOS SMK Cendikia pada 2025 disebut mencapai lebih dari Rp160 juta. Selain belanja honor, terdapat sejumlah pos anggaran lain, di antaranya sarana dan prasarana sekitar Rp31 juta, pengembangan perpustakaan sekitar Rp17 juta, pengembangan asesmen dan evaluasi sekitar Rp3 juta, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler sekitar Rp525 ribu, serta administrasi sekolah sekitar Rp30 juta.
Perbedaan penjelasan mengenai penggunaan anggaran sarpras tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan terkait kesesuaian antara perencanaan anggaran, realisasi belanja, serta fasilitas yang dibangun atau diperbaiki melalui program revitalisasi sekolah.
Untuk memastikan penggunaan Dana BOS tersebut, diperlukan pencocokan antara dokumen perencanaan dan laporan realisasi Dana BOS dengan bukti transaksi, kondisi fisik sarana yang dikerjakan, serta dokumen pelaksanaan program revitalisasi sekolah.
Hingga berita ini ditulis, penjelasan dari pihak sekolah menjadi dasar informasi dalam pemberitaan ini. Konfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait, termasuk instansi yang berwenang melakukan pengawasan Dana BOS dan program revitalisasi sekolah, diperlukan untuk memastikan kesesuaian penggunaan anggaran tersebut.
- 3 views
Facebook comments