Suara Langit di Negeri 10 Pemimpin
Oleh: Rahmad
Pemimpin Alim Pemimpin di Sembah. Pemimpin Lalim Pemimpin Disangah. Begitulah Negeri 10 Pemimpin dalam melihat sosok pemimpin. Pemimpin yang terkadang mereka analogikan dengan sosok Raja Zaman Now.
Sudah menjadi pengetahuan umum, bila seorang pemimpin itu alim, tentunya dia dapat berlaku arif dan bijaksana. Namun bila lalim, maka laknat dari langit tinggal menunggu waktunya saja.
Masyarakat di Negeri 10 Raja berharap, negeri yang di huninya sejak lama bisa mendapat seorang pemimpin yang alim kembali seperti sebelumnya. Maka oleh penduduk negeri itu, diadakanlah sayembara. Banyak masyarakat yang mencoba untuk merebut ‘kursi tahta raja’.
Namun banyak pula yang gugur terseleksi alam, hingga empat calon pemimpin yang
dianggap mempuni untuk di pilih.
Sebelum pemilihan berlangsung, para tetua negeri sempat berpesan pada penghuni negeri, agar memilih pemimpin yang alim. Orang alim selaim dapat arif dan bijaksana, sesungguhnya Pemimipin alim itu merupakan orang yang pandai, banyak ilmunya, ahli serta pakar dalam ilmu ketuhanan.
“Wahai para tetua yang menjadi panutan, yang manakah diantara calon pemimpin negeri ini yang pantut kami angkat dia menjadi pemimpin kami?” tanya seorang intelektual muda. Para tetua negeri tampak sumringah.
“Jelas tampak mana emas mana tembaga. Lihatlah dari anjurannya. Bila pemimpin mencintai negeri ini, maka yang dilangit akan mencintai kita. Bila Pemimpin menyayangi negeri ini, maka yang dilangit begitu pula. Bila pemimpin menolong negerinya, maka yang dilangit akan menolong semua warganya”, papar salah seorang tetua
negeri sembari matanya berbinar-binar.
Tiba-tiba seorang nenek tua rentah tampak mencoba melambaikan tangannya untuk berbicara. Sembari berjalan tergopoh-gopoh, nenek itu bicara berlahan.
“Cari pemimpin yang alim. Cari pemimpin yang alim. Cari pemimpin jangan yang lalim. bila tidak punya rasa takut kepada Tuhan, sungguh mereka bukanlah orang alim. Tuhanmu kagum terhadap pengembala kambing di ujung bukit, yang di kala didengungkan suara langit dia
terus mendirikan ibadah”, kata nenek tua rentah yang mungkin tak akan dapat melihat pemimpin alim itu berkuasa lkembali.
“Ya.....Jadi dari empat itu siapa pemimpin yang alim”, sorak sorai penghuni negeri.
“Nanti dia akan muncul di depan kita. Pemimpin itu kini lagi beribadah kepada tuhannya”,
jawab nenek yang tak tahu dari mana asalnya itu.
- 281 views
Facebook comments