Warning; Fungsi Kontrol Pers Terseok-Seok
Sulsel Lutra,Tuntasonline.com - Keberadaan Pers sebagai Pilar ke empat demokrasi setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif, merupakan tantangan terbesar para insan-insan Pers sekarang dengan menjamurnya media,baik cetak,medsos,juga para individu wartawan.
" Sebagai elemen yang esensial dalam proses demokratisasi, Pers banyak menghadapi hambatan dari pihak yang berusaha membatasi fungsinya, menjadikan wartawan sebagai target yang mulai diserang oleh pihak tertentu yang berusaha membatasi demokratisasi," kata M. Darwis yang akrab disapa pak Iyan Ketua LSM Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan(JPKP) Luwu Utara," tuturnya pada media ini di warkop Bandara,baru-baru ini.
Menurut pak Iyan, keberadaan Wartawan yang begitu impresif telah menyebabkan para Jurnalis bebas untuk menyampaikan berita, berdasarkan nilai yang mereka yakini. Bahkan, pemilik perusahaan media pun tidak lagi harus patuh pada politik imperatif yang memberatkan, seperti ditetapkan oleh para koorporatis pemegang kekuasaan.
" Para pemilik perusahaan media ini telah mencari cara rasional memenuhi kepentingan ekonomi mereka untuk menyokong sisi financial. Namun, obsesi ini tidak membelokkan mereka dalam menyatukan kewajibal moral serta cultural di era desentralisasi dan demokratisasi," ujarnya.
Lainnya halnya dengan Y.Bunga Koordinator Humas Ikatan Keluarga Toraja(IKAT) Luwu Utara, yang juga wartawan ini,mengatakan era demokratisasi salah satu syarat utama bagi wartawan untuk menjalankan fungsinya. Wartawan harus mendapatkan dan mempertahankan kepercayaan pembacanya,dari oara pengambil keputusan/kebijakan,baik diranah politik maupun ranah sosial.
" Pers perlu mengembangkan perannya sebagai sa,uran informasi yang dapat dipercaya, memberikan analisid yang obyektif serta mendukung perbaikan dan demokratisasi," tandasnya.
Kendati diakui,Y Bunga, wartawan juga tumbuh sebagai sebuah kesatuan bisnis. Ada keprihatinan bahwa Pers akan mengkompromikan prinsip bermedia mereka,demi menjaga kepentingan tertentu,atau mempertahankan perusahaan dengan menjual idealisme.
" Kepentingan ini berpengaruh dari pemilik media untuk memanipulasikan objektivitas serta ketidakberpihakan mereka demi kepentingan tertentu," tegas Koordinator Humas IKAT Luwu Utara,ini.
Akibatnya, lanjut Y Bunga, fungsi kontrol wartawan saat ini sidah terkeok-keok. Bahkan cenderung pragmatis,idealisme wartawan sudah terbeli dengan keoentingan pejabat," tutupnya. (yustus)
- 61 views
Facebook comments