Skip to main content
Pelaku curanmor tewas mengenaskan diamuk masa setelah di bawa ke rumah sakit proklamasi

Pelaku Curanmor Tewas Mengenaskan Setelah Diamuk Masa

Karawang, Tuntasonline.com - Memasuki seminggu bulan Ramadan, kembali terjadi amuk massa yang mengakibatkan seorang pelaku Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor) tewas mengenaskan tepatnya kejadian tersebut di Dusun Babakan Desa Kutajaya Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Kamis malam (24/05/18) pukul 19.00 WIB.

Hasil informasi yang dihimpun Wartawan Tuntasonline.com, Kamis malam (24/05/18), bahwa menurut Kapolsek Rengasdengklok, Kompol Suparno, pelaku curanmor berinisial DRN alias Dawang (26) pemuda tanpa pekerjaan warga Dusun Dongkal Desa Dongkal Kecamatan Pedes, tewas dikeroyok masyarakat setelah diketahui berusaha membawa kabur sebuah kendaraan bermotor roda dua, yang diketahui sang pemilik kendaraan.

"Sepeda motor yang akan di bawa kabur oleh pelaku, Honda Beat tahun 2016 milik Abdul Qohar (24) warga Dusun Babakan Desa Kutajaya Kecamatan Kutawaluya. Motor tersebut sedang di parkir di depan halaman rumah pemilik, ketika pemilik mendengar suara motor dan melihat motornya dibawa oleh seseorang, lalu pemilik mengejar dan memegangi besi jok motor sehingga terseret dan jatuh masuk ke saluran irigasi bersama motor yang berusaha akan dibawa kabur pelaku,"ungkapnya.

Selanjutnya Kapolsek mengatakan, bahwa pelaku dalam melakukan aksinya tidak sendiri melainkan berdua dengan temannya pada saat ini berhasil melarikan diri.

"Abdul Qohar sang pemilik motor setelah melihat pelaku curanmor jatuh dan masuk ke irigasi, langsung berteriak dan mengundang warga untuk berdatangan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung menghakimi pelaku,"katanya.

Kompol Suparno melanjutkan, ditengah massa semakin bertambah karena terus berdatangan, petugas Polsek Rengasdengklok yang mendapatkan laporan kejadian tersebut dari seorang warga langsung ke TKP.

"Setelah menenangkan massa di TKP, kita langsung membawa pelaku ke RS Proklamasi untuk mendapat perawatan. Setelah sejam dalam penanganan medis RS Proklamasi pelaku meninggal dunia,"ujarnya.

Suparno, menambahkan, setelah mengetahui pelaku meninggal dunia pihak Polsek Rengasdengklok langsung menghubungi pihak keluarga pelaku. Didampingi kepala desa, keluarga pelaku membuat pernyataan bahwa hal tersebut adalah sebuah musibah dan tidak akan menuntut siapapun.

"Untuk selanjutnya kita akan melakukan pencarian terhadap teman pelaku yang berhasil melarikan diri, dan pihak kepolisan telah mengantongi identitas orang tersebut,"tegasnya.(Sule)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size