Dugaan Kerusakan Rehabilitasi Drainase Milik Dinas PUPR Lambar Sudah Ditinjau, Begini Kata Pihak Rekanan
Lampung Barat, Tuntasonline.id - Viralnya pemberitaan mengenai rehabilitasi drainase yang menghabiskan anggaran lebih dari Rp139 juta di Lingkungan Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, mendapat perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pengawas Dinas PUPR telah meninjau langsung lokasi terkait dugaan kerusakan yang sempat menjadi sorotan.
Sebelumnya diberitakan, rehabilitasi drainase yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Barat dengan nilai Rp139.860.000 tersebut telah terlihat mengalami kerusakan, seperti lubang pada bagian samping atas drainase serta sejumlah retakan.
Samsi, salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi, menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi tepat di depan rumahnya disebabkan oleh istrinya yang secara tidak sengaja melindas bagian drainase saat melintas.
"Soal kerusakan ini memang istri saya waktu lewat tidak sengaja melindas bagian sini. Tapi jangan khawatir, saya bertanggung jawab atas kerusakan kecil ini," ujarnya di lokasi pekerjaan.
Selain itu, Samsi berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dapat menambah ukuran drainase agar lebih memadai dan dianggap adil oleh warga lainnya. Menurutnya, ukuran drainase yang lebih besar juga dapat mengurangi potensi genangan air saat musim hujan. Ia mengaku siap membuat proposal apabila memang diperlukan dan pembangunan drainase tersebut benar-benar akan direalisasikan.
Sementara itu, Hendri selaku pengawas dari Dinas PUPR Lampung Barat mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut.
"Silakan langsung ke dinas yang membidanginya, karena itu bukan ranah saya," kata Hendri.
Hendri menjelaskan bahwa rehabilitasi drainase tersebut masih dalam masa pelaksanaan pekerjaan sehingga kerusakan yang terjadi masih menjadi tanggung jawab pihak rekanan, yakni CV Japung Mitra Sejati, untuk diperbaiki.
"Untuk kerusakan masih menjadi tanggung jawab pihak rekanan. Kemudian mengenai ukuran kami belum tahu karena belum dilakukan opname. Namun volumenya kurang lebih 40 kubik," jelas Hendri saat ditemui di lokasi proyek.
Di sisi lain, pihak rekanan juga memberikan tanggapan terkait kerusakan tersebut. Mereka menegaskan siap melakukan perbaikan karena proyek masih berada dalam masa pengerjaan.
"Ini tetap masih menjadi tanggung jawab saya karena pekerjaan ini masih dalam masa pelaksanaan. Jadi, kerusakan ini akan saya perbaiki, bahkan saya sudah membawa tukang untuk melakukan perbaikannya," tutup pihak rekanan.
(*)
- 1 view
Facebook comments