Skip to main content

Rehabilitasi Drainase Senilai Rp139,86 Juta Diduga Alami Kerusakan, Kinerja CV Japung Mitra Sejati Dipertanyakan

Lampung Barat, TuntasOnline.id - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lampung Barat melaksanakan kegiatan rehabilitasi drainase di lingkungan Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, melalui CV Japung Mitra Sejati dengan nilai anggaran sebesar Rp139.860.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Barat Tahun Anggaran 2026.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan berdasarkan Nomor Kontrak 600/019/SAL.2/KTR.03/IV/2026. Namun, proyek yang belum lama selesai itu disebut telah mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah bagian drainase dilaporkan mengalami keretakan, patah, hingga berlubang. Hal itu memunculkan pertanyaan terkait kualitas pekerjaan serta besaran anggaran yang digunakan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Saat dikonfirmasi oleh Tuntasonline.id melalui aplikasi WhatsApp, pihak rekanan dari CV Japung Mitra Sejati menyampaikan bahwa proyek tersebut belum diserahterimakan karena masih menunggu proses opname yang dijadwalkan berlangsung pada pekan depan bersama konsultan dan pengawas.

"Belum diopname, jadi belum bisa diserahterimakan. Minggu depan rencana akan diopname oleh konsultan dan pengawas. Datang saja kalau mau bareng-bareng kita ngukur," tulis perwakilan CV Japung Mitra Sejati melalui pesan WhatsApp.

Meski demikian, hingga saat ini volume atau ukuran pekerjaan rehabilitasi drainase tersebut belum diketahui secara pasti.

Sebelumnya, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Lampung Barat, Alek, saat dikonfirmasi juga mengaku belum dapat menjelaskan volume pekerjaan karena harus terlebih dahulu melihat data yang dimiliki.

"Untuk pemasangan papan informasi publik sudah sesuai dengan aturan juknis yang berlaku. Namun, kalau soal volume dan ukuran, saya harus membuka datanya terlebih dahulu," ujar Alek.

Besarnya anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan rehabilitasi drainase tersebut dinilai perlu diimbangi dengan keterbukaan informasi, khususnya mengenai spesifikasi teknis dan volume pekerjaan.

Tuntasonline.id menyatakan akan terus menggali informasi dari instansi terkait guna memperoleh kejelasan serta mendorong transparansi dalam pengelolaan anggaran negara.

(WR/RY)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size