RDP DPRD Nunukan Hadirkan PLN, Curiga Ada Gurita Hitam
Nunukan, TuntasOnline.id - Direktur PLN Nunukan di undang ke DPRD untuk memberikan kejelasan, kerap kali menimbulkan Masalah dan janji, terhadap warga kabupaten Nunukan, terkadang sering matikan lampu secara mendadak.
Muhammad Mansur dan Andi Mulyono Komisi I dan II DPRD Kabupaten Nunukan mengundang Direktur PLN hadir di DPRD Menjelaskan, kami sebagai Dewan perwa kilan Rakyat Daerah, ingin melakukan pertanyaan terhadap PLN, karena menduga Ada Gurita Hitam untuk mengaburkan masalah PLN.
1. Kenapa terlalu banyak cantolan kabel di setiap tiang listrik
2. Banyaknya tiang listrik Mengalami mereng tidak adanya perbaikan, didaerah kecamatan Sembakung.
3. Berapa CSR setiap tahunnya ke Masya rakat dan pemerintah.
4. DPRD akan melakukan kunjungan ke mesin-mesin PLN yang ada di wilayah kabupaten Nunukan, kecamatan sebatik, Krayan,Kabudaya,dan sembakung.
5. Yang kami minta, dari ucapan Direktur PLN jangan selalu mengatakan kendala bapak cuma satu, jangan sampai ada permasalahan PLN sebenarnya tidak di ungkapkan ke pada kami.
6. PLN harus menjelaskan kepada kami, melalui data-data dan apakah PLN masih mensuplai BBM dari Depo Pertamina ataukah mengunakan pihak kedua.
dan kami minta harus mengunakan data-data yang jelas, untuk melakukan informasi permasalahan PLN sebenarnya. Agar tidak ada lagi tuduhan-tuduhan seperti Gurita hitam. Kami tidak bermaksud untuk main justice.
Rendra selaku Direktur PLN menjelaskan, untuk di bulan Maret 2025, kami akan merencanakan melakukan penyalaan listrik di Desa Gurit kecamatan Krayan barat, untuk di daerah wilayah Krayan, memang masih ada beberapa yang masih 12 jam menikmati lampu untuk penerangan namun itu sudah menjadi 24 jam, dengan adanya penambahan pelanggan PLN baru maka kami secara bertahap melakukannya menjadi 12 jam.
dan masih mengikuti jalur mesin induk di Krayan Induk selatan.
"Kami secara bertahap karena ada masalah kendala infrastruktur terkait, transportasi jalannya dalam pengangkutan BBM kesana dengan kondisi jalanya masih dalam tahapan perbaikan, terkadang kami bermalam ditengah hutan dengan jarak tempuh sekitar 2 hari sampai 3 hari baru kami sampai tujuan. karena akibat hancurnya jalan untuk mengangkut BBM dan menyangkut tugas kami," Tuturnya.
"Kemudian, untuk Nunukan kami tetap masih mengunakan BBM nya pakai solar, hanya yang mengunakan PLTG hanya di daerah Sebaung, dalam hal tersebut kami melakukan interkoneksi Sebaung Nunukan Sebatik, mengunakan kabel lewat bawah laut, secara interkoneksi dan harapan kami berkomitmen akan memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat salah satunya, pengiriman BBM dengan berbagai cara kami lakukan untuk bisa sampai tujuan dan khususnya Krayan tetap listrik menyala, tidak ada pemadaman, walaupun kondisi jalan di Krayan infrastruktur jalanya masih dalam tahapan perbaikan," ungkapnya.
(SRF)
- 54 views
Facebook comments