Skip to main content
BAMS Ajak Masyarakat Saksikan Grand Final Tari Lima Serangke

BAMS Ajak Masyarakat Saksikan Grand Final Tari Lima Serangke

Karo,Tuntasonline.com - Puncak Menara Api di Desa Gunung Saribu, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo, berpotensi menjadi daya tarik wisata edukatif, ramah anak, dengan tidak menghilangkan semangat konservasi di dalamnya.

Hal ini disampaikan Bob Andika Mamana Sitepu Anggota DPR RI dari Komisi V usai melakukan penjajakan dan peninjauan bersama tim relawan BAMS dan Kepala Desa Gunung Saribu Kecamatan Munte dalam rangka menjelang Grand Final tari lima serangkai pada Sabtu 30 Juli 2024 yang di ikuti oleh 6 kontestan (6 desa) untuk memperebutkan Piala Bob Andika Mamana Sitpu. Diketahui bahwa di babak penyisihan di ikuti oleh puluhan peserta (desa) Se Kecamatan Munte Kabupaten Karo Sumatera Utara, Jumat (29/7).

Ia juga mengatakan, bahwa Desa Gunung Saribu Kecamatan Munte Kabupaten Karo adalah sebagai daya tarik wisata baru sangat berpotensi menciptakan diferensiasi lokasi wisata di Kabupaten Karo,Sumatera Utara selain lokasi-lokasi umum seperti kawasan Siosar, Gajah Bobok,Penatapan Air Terjun Sipiso Piso, Danau Toba, Pasar Buah Berastagi, Gundaling, Bukit Kubu, Peceren, Air Terjun Sikulikap, Taman Seribu Bunga dan objek wisata lainnya.

Dia berharap melalui kegiatan Perlombaan tari lima serangkai antar desa se Kecamatan Munte ini tercipta lokasi wisata baru yang dapat menambah masa tinggal wisatawan serta memberikan pengaruh ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Karo khususnya Desa Gunung Saribu sekitarnya.

Bob Andika Mamana Sitepu Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga menjelaskan, saat ini diperlukan sistem kolaborasi, saling dukung antara satu tempat dengan tempat lainnya. “Saya yakin Desa Gunung Saribu dapat men-support zona inti kawasan pariwisata seperti Berastagi dan Kabanjahe sehingga wisatawan memiliki opsi ataupun pilihan lokasi yang lebih banyak sehingga wisatawan semakin lama berada di Tanah Karo,” ujarnya.

Untuk itu Bob Andika Mamana Sitepu bersama relawan BAMS mengajak seluruh masyrakat untuk datang menyaksikan Final Tari Lima Serangke yang juga dimeriahkan artus-artis Karo besok Sabtu 30 Juli 2024.

Sementara itu Kepala Desa Baginda Ginting mengatakan, Puncak Menara Api memiliki sejarah tertentu dan penamaannya dimulai sekitar 1970-an. Puncak bukit ini dibangun menara untuk memantau titik api di Kabupaten Karo. Dari puncak tersebut terlihat tiga gunung seperti Gunung Sinabung, Gunung Sibayak dan Gunung Barus, diantara Gunung Barus dan Sibayak terlihat juga Bukit Deleng Kutu.


Puncak Menara Api sebenarnya diperuntukkan sebagai kawasan remote control tim kehutanan dalam melihat potensi titik api yang kerap terjadi karena penggunaan api oleh masyarakat untuk kepentingan pembukaan ladang atau kebun, inilah yang menjadi salah satu sejarah terciptanya Menara Api.

"Menjunjung tinggi prinsip pengembangan kawasan pariwisata berbasis konservasi di kawasan zona penyangga yang kerap menjadi zona yang rentan konflik antara kepentingan manusia dengan alam," Pungkasnya.(wan/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size