Skip to main content

Prestasi Membanggakan Diukir Mahasiswa Asal PALI

PALI, TuntasOnline.id - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pemuda pemudi kabupaten PALI. Kali ini, ditorehkan seorang mahasiswi asal PALI meraih nilai tertinggi dan menyandang predikat cumlaude di Universitas Pertamina, Jakarta. Dengan nilai IPK sebesar 3,99.

Prestasi itu diraih oleh Annisa Fitri, mahasiswi yang berdomisili di Kelurahan Talang Ubi Selatan, kecamatan Talang Ubi. Ia merupakan putri kedua dari pasangan Ismail dan Nyi Juariah.

Ismail diketahui merupakan penjual Mie Ayam yang buka warung di samping Kantor Kejari PALI yang lama. Tepatnya di Jalan Merdeka, Pahlawan. Warung Mia Ayam Uda namanya.

Saat dibincangi via WhatsApp secara eksklusif oleh Redaksi Citra Sumsel, Pipit mengungkapkan rasa haru bercampur bahagia dirasakannya karena berhasil meraih Cumlaude di Universitas Pertamina.

Pipit merasa bersyukur atas pencapaiannya bisa meraih Cumlaude terbaik di Universitas Pertamina.

"Tentunya pencapaian ini tidak terlepas atas hasil kerja keras, dedikasi dan doa yang tiada henti. Saya tidak bisa mengungkapkan betapa bahagianya saya ketika melihat senyum kebahagiaan dan keharuan dari kedua orang tua saya," ungkapnya.

"Saya juga sangat bersyukur karena semua pengorbanan kedua orang tua saya untuk memastikan saya dapat mendapatkan pendidikan terbaik akhirnya membuahkan hasil yang manis," tambah alumni dari SMA Sumsel itu.

Dara kelahiran Depok, 26 Desember 2001 silam itu juga menjelaskan awal mula dirinya bisa berkuliah di Universitas Pertamina. Melalui jalur beasiswa berprestasi, Pipit mendapat kesempatan kuliah di Universitas Pertamina.

Menempuh pendidikan tinggi di ibu kota dinilai Pipit membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Pertama kali menginjakan kaki di Ibu Kota Jakarta, dirinya merasa sedikit takut akan dunia perkuliahan dan gaya hidup di Jakarta.

"Namun, saya berusaha untuk membuang rasa takut dengan terus menanamkan pada pikiran saya bahwa saya punya tujuan dan cita-cita yang besar di masa depan. Oleh karena itu, saya harus berani dan siap menghadapi semua tantangan kedepannya," urainya.

Sejumlah kegiatan tambahan diluar kuliah diikuti oleh alumni SMP Negeri 1 Talang Ubi itu. Seperti mengikuti berbagai perlombaan, kegiatan konferensi, kegiatan kepanitiaan, dan magang.

Kemudian untuk menambah uang saku, dirinya juga aktif di berbagai kegiatan. Menjadi asisten dosen, tutor bahkan ikut membantu proyek-proyek dosen.

"Saya menempuh pendidikan tinggi di Universitas Pertamina sebagai penerima beasiswa undangan. Saya mendapatkan kesempatan tersebut dilantari dari kerja sama antara pihak SMA dengan Universitas Pertamina. Alhamdulillah dari seluruh rangkaian seleksi penerimaan beasiswa itu, saya menjadi salahsatu yang terpilih dan berkesempatan kuliah di Universitas Pertamina," ungkapnya yang memiliki kata motivasi bahwa doa dan usaha tidak pernah mengkhianati hasilnya. Serta I can because I believe I can.

Kuliah di Universitas Pertamina, Pipit mengambil jurusan ekonomi fakultas Ekonomi dan Bisnis. Beragam cerita dan kisah inspiratif mewarnai proses perkuliahannya selama di ibukota.

"Jujur saja salah satu tantangan terbesar saat berkuliah adalah mengelola uang saku yang diberikan kampus agar bisa mencukupi semua kebutuhan sehari-hari. Namun, saya berusaha untuk mencari uang tambahan yang dapat membantu menunjang kehidupan saya di Ibu Kota. Alhamdulillah itu semua bisa dilalui. Selain menambah uang saku, juga memperkaya pengalaman saya serta menjadi media bagi saya untuk berkembang," urainya seraya mengatakan bahwa proses tersebut menjadikan dirinya mandiri dan tangguh.

Usai menyelesaikan studi di Universitas Pertamina, Ia berencana akan bekerja untuk memperkaya pengalaman kerja dirinya.

"Serta saya berharap untuk bisa memberikan kontribusi kepada PT Pertamina sehingga bisa memberikan dampak positif bagi perusahaan dan masyarakat. Kemudian saya juga sedang persiapkan diri untuk cari beasiswa S2," tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Pipit mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada kedua orangtuanya yang telah mendukung setiap langkahnya.

"Meskipun orang tua saya mengalami kesulitan secara finansial, tapi ketika ada hal-hal yang saya butuhkan untuk menunjang pendidikan saya, orang tua saya selalu mengusahakannya. Untuk itulah, saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya," kata Pipit.

Kesempatan yang dia dapatkan untuk memperoleh beasiswa baik ketika SMA maupun di perguruan tinggi tidak terlepas dari dukungan kedua orang tua.

"Selain itu, orang tua saya juga selalu menguatkan dan memberikan semangat ketika saya merasa lelah dengan hal-hal yang harus saya hadapi selama menempuh pendidikan," ujarnya.

Ia berharap apa yang didapat dirinya bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi generasi muda di kabupaten PALI.

"Harapan saya semoga semakin banyak generasi muda pali yang memiliki semangat belajar sampai ke perguruan tinggi. Semoga generasi muda khususnya di PALI memiliki keyakinan dan keberanian bahwa pendidikan dan kesuksesan adalah milik semua orang. Jadi kita harus berusaha untuk bisa meraih kesuksesan itu," pungkasnya.

 

Tags

Facebook comments

Adsense Google Auto Size