Realisasi Keuangan Bengkulu Utara Baru 17,18 Persen, Pemkab Genjot Program Prioritas
Bengkulu Utara, TuntasOnline.id - Penyerapan anggaran di Bengkulu Utara mencatat rapor merah menjelang pertengahan tahun anggaran 2026. Hingga akhir Mei, realisasi keuangan baru menyentuh angka 17,18 persen, yang memicu terjadinya deviasi minus hingga 58 persen dari target yang seharusnya dicapai.
Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan Setdakab Bengkulu Utara, Metriko Hederian, saat dikonfirmasi pada Kamis (21/5/2026), membenarkan kondisi tersebut.
Menurutnya, keterlambatan penyerapan anggaran ini dipicu oleh sejumlah kendala administratif dan teknis di tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), mulai dari pola perencanaan yang terlambat hingga penyesuaian struktur organisasi.
"Beberapa yang sudah memang terkait perencanaan, karena kan rata-rata kawan-kawan ini kan perencanaan lakukannya di tahun berjalan," ujar Metriko saat memaparkan kendala utama di lapangan.
Selain masalah internal perencanaan, Metriko mengidentifikasi adanya hambatan dalam proses penyesuaian belanja item, tindak lanjut catatan hasil audit tahun sebelumnya, hingga keterlambatan penetapan Surat Keputusan (SK) untuk pejabat pelaksana seperti PPTK dan penganggaran.
Menyikapi rendahnya rapor realisasi pada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini, Tim Evaluasi menegaskan telah bergerak cepat dengan menginventarisasi masalah langsung ke kepala dinas terkait.
Selain itu, meneruskan laporan berkala kepada pimpinan daerah. Fokus utama penyerapan saat ini diarahkan untuk mengawal program-program prioritas Bupati yang tersebar di berbagai SKPD.
"Menghadapi sisa waktu tahun berjalan, kita tetap optimis target fisik dapat terkejar," kata Metriko.
Ia juga menegaskan strategi jangka pendek yang disiapkan adalah melakukan review jadwal agar paket konstruksi bisa segera tayang pada bulan Mei ini.
Selain itu, pemerintah daerah juga berencana mengaktifkan kembali aplikasi EPP (Evaluasi Pengendalian Pembangunan) yang sempat vakum pada tahun 2024 dan 2025, guna memantau perkembangan proyek secara real-time.
- 15 views
Facebook comments