Peran Seorang Polisi Bagi Masyarakat dan Keluarga: Power Is For Service
Ditengah hiruk pikuk tengah kota terlihat seragam coklat muda itu berdiri tegap dibawah teriknya matahari, tinggi postur tubuhnya, gagah setiap langkahnya menjadi pusat perhatian semua orang yang melihat.
Kala itu terlintas di benakku ternyata sungguh mulia tugas seorang abdi Negara, melihatnya begitu tegas tetapi ramah dalam mengedukasi masyarakat, mengarahkan, dan mengayomi masyarakat, ia adalah seorang Korps Bayangkara yang biasa dipanggil polisi , ia bertugas menjaga keamanan dan ketertiban umum, serta penegakan hukum di seluruh wilayah Indonesia.
Keesokan harinya dipagi buta, hawa dingin masih menusuk raga, abdi Negara itu bersiap memasukan seragam dan persiapan lainya, bersiap demi sedia memberikan pelayanan, ketentraman dan kedamaian bagi masyarakat, siang malam seragam coklat muda itu bekerja, hari-harinya dilewati dengan menyaksikan kriminal, hukum selalu mengitari hidupnya, rasa lelah dan keringat di badan tak pernah membuatnya bosan untuk terus memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.
Peran Seorang Polisi bagi Masyarakat
Penegak hukum, itulah nama lain dari kata seorang polisi yang biasa disebut di tengah masyarakat, yang memiliki peran sentral dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat.
Besarnya tanggung jawab menjadi seorang polisi diera revolusi industry 4.0 menjadi tulang punggung bangsa Indonesia dalam memberikan rasa aman dan kepastian hukum kepada masyarakat Indonesia.
Tak sedikit resiko dan ancaman kejahatan berada di sekeliling mereka dalam mencegah dan menanggulangi kejahatan serta gangguan ketertiban umum lainya dalam mengemban tugas menjadi anggota kepolisian.
Saat dihadapkan dengan suatu masalah, polisi harus bijak dalam menegakkan hukum mengambil keputusan, melakukan penyelidikan tindak pidana, mengumpulkan bukti, menangkap pelaku kejahatan dan membawa kasus ke pengadilan.
Saat tugas itu datang, sebagai penegak hukum, polisi selalu sedia turun menjalankan perintah dan memberikan pelayanan dalam berbagai bentuk seperti pengamanan, pengaturan lalulintas dan pelayanan lainya.
Dibalik tugasnya sebagai abdi Negara Peran polisi bagi masyarakat juga bertugas sebagai pelayan masyarakat “Power Is For Service”, begitulah bahasa yang bisa diambil bagi seorang polisi, sebuah konsep yang menekankan bahwa kekuasaan atau kekuatan yang dimiliki seorang atau angota polisi seharusnya digunakan untuk melayani orang lain dan masyarakat bukan hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok.
“Power Is For Service”,bukan sekedar bahasa, Power Is For Service memiliki 4 arti yang sangat fundamental dimana kekuasaan sebagai amanah, kekuasaan sebagai tanggung jawab sosial, kekuasaan sebagai pelayan masyarakat, dan kekuasaan sebagai pelindung masyarakat.
1. Kekuasan Polisi sebagai amanah, pemegang kekuasaan atau penegak hukum wajib menyampaikan nilai-nilai kebenaran dan keadilan kepada masyarakat, Kedua, ia bertanggung jawab menjaga moralitas dan integritas, Ketiga, ia wajib menjadikan hukum dan kebijakan berdasarkan nilai-nilai kebenaran, Keempat, kepemimpinannya harus mencerminkan kebijaksanaan, secara garis besar kekuasaan sebagai amanah yang harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
2. Kekuasan Polisi sebagai tanggung jawab social, polisi memiliki peran yang sangat krusial dalam menciptakan masyarakat yang aman, tertib, dan damai. Dengan komitmen kuat terhadap nilai-nilai keadilan, hukum, dan pelayanan publik, polisi dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat juga diperlukan agar tugas kepolisian dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan, secara umum polisi memiliki tanggung jawab sosial untuk menggunakan kekuasaannya demi kebaikan bersama.
3. Kekuasaan Polisi sebagai pelayan masyarakat. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memiliki peran penting dalam masyarakat, terutama dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Selain itu, Polri selalu siap sedia melayani masyarakat dalam menangani berbagai masalah yang mungkin saja tiba-tiba muncul.
4. Kekuasaan Polisi sebagai pelindung masyarakat. Polri berperan sebagai pelindung dalam setiap kegiatan masyarakat, baik yang bersifat rutin maupun dalam situasi darurat, seperti tindakan anarkis. Mereka juga berfungsi sebagai penengah dalam penyelesaian konflik antar warga atau desa, untuk mencegah perpecahan yang bisa mengganggu ketertiban sosial.
Dari konsep Power Is For Service ini, banyak manfaat yang dapat di ambil jika konsep ini dapat dijalani dengan baik penerapan kepada masyarakat diantaranya, konsep ini dapat meningkatkan kepercayaan kepada masyarakat ketika digunakan sebenar benarnya untuk melayani masyarakat, kepercayaan masyarakat terhadap institusi polri dapat meningkat, selain itu juga kekuasaan yang digunakan untuk melayani masyarakat dapat mengurangi kesenjangan social, serta dapat membangun masyarakat yang lebih baik adil dan sejahtera.
Dengan demikian konsep Power Is For Service adalah sebuah konsep yang menekankan pentingnya mengunakan kekuasaan untuk melayani masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
Peran Polisi Bagi Keluarga
Dibalik seragam coklat muda yang mengemban tugas Negara, status polisi tidak berbeda dengan status pekerjaan penegakan hukum lainnya sebagai kepala keluarga, setiap pagi berangkat bekerja bertugas sebagai pengayom masyarakat disisi lain ada tanggung jawab pribadi yang besar sebagai seorang kepala keluarga dalam memberikan rasa aman kepada keluarganya.
Disaat lelah yang mulai kunjung datang, seorang polisi masih memberikan senyuman terindah kepada kelurga kecilnya, tak perduli tekanan dan tuntutan profesi kerja yang begitu besar namun, memberikan kebahagiaan bagi keluarga merupakan suatu tanggung jawab pribadi yang mulia.
Sama halnya dengan peran polisi kepada masyarakat, peran polisi terhadap kelurga juga tidak kalah pentingnya, selain menjaga masyarakat, polisi juga dituntut untuk bisa melindungi anggota keluarga yang ada di masyarakat tersebut, sebagai penegak hukum tetaplah mereka dituntut untuk selalu menjadi pelindung, dari ancaman kejahatan sehingga suatu keluarga dapat merasa aman dan nyaman, semisalnya melindungi anggota keluarga dari kekerasan dalam rumah tangga, penculikan atau kejahatan lainya.
Dalam tugasnya polisi bukan hanya bertanggung jawab terhadap masyarakat secara umum, namun ia juga bertanggung jawab secara spesifik terhadap suatu keluarga, seperti dalam situasi darurat, misalnya polisi dapat membantu kelurga ketika terjadi kecelakaan, bencana alam, kebakaran, atau kejadian lainya.
Dengan demikian peran polisi bagi masyarakat dan keluarga sangatlah penting, Secara umum menurut konstitusi peran dan tugas pokok Polisi Ada tiga peran Polisi Pertama, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (law and order). Kedua, memerangi kejahatan (fighting crimes). Ketiga, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.
Polisi menjadi komponen penting dalam pembangunan masyarakat, Polisi wajib menjaga norma, etika, dan perilaku yang menunjukkan sikap profesional yang terikat dengan kode etik, sumpah dan perilaku yang dapat dijadikan contoh (rules model). perlunya terus membangun kemitraan dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan tugas-tugas kepolisian serta memantapkan kepercayaan masyarakat.
Dalam pengabdian memberi rasa aman, polisi menabung risiko kematian, seorang polisi yang baik tidak asal mengabdi pada rakyat. Demi bisa memberikan rasa aman pada masyarakat, mereka pun harus rela mengorbankan diri akan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi pada mereka.
Dalam kutipan Scott Snyder, American Vampire, Vol. 2, mengatakan “Mereka pikir menjadi polisi berarti menghukum orang karena melakukan kesalahan. Tapi itu tidak benar, kau tahu itu tidak benar Menjadi polisi berarti tentang percaya pada orang, mempercayai kebaikan, mempercayai pada keinginan orang untuk melakukan hal yang benar meskipun dengan naluri mereka sendiri” artinya tugas utama jajaran kepolisian bukanlah untuk menghukum seseorang yang melakukan kesalahan. Melainkan berusaha mengubah kesalahan orang lain agar kembali ke jalan yang benar. (ARP)
- 161 views
Facebook comments