Skip to main content
Tampak SPBU tak ada aktifitas akibat Pembatasan Stok yang dilakukan Pertamina

SPBU Di Kalukku Kekurangan Stok BBM

Mamuju,tuntasonline.com - Pembatasan BBM yang dilakukan PT Pertamina menyebabkan kekurangan stok di SPBU Kalukku Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat.

Harga Premium eceran pun naik hingga Rp 8.000 hingga Rp 10 ribu per liter, Sejumlah pengusaha SPBU mengeluh berkurangnya pasokan BBM. 

Pantauan Tuntasonline.com antrean panjang kendaraan untuk mengisi Premium maupun solar terlihat di SPBU Kalukku,  Antrean panjang kendaraan terlihat baik untuk mengisi Premium maupun solar di SPBU tersebut sejak pagi.

 "Tadi malam kosong. Kami hanya menjual Pertamax," kata salah seorang petugas di SPBU itu, Senin,01 Desember 2017.

Menurut dia, setelah pasokan datang tadi pagi, antrean kendaraan kembali terjadi untuk mengisi BBM baik Premium maupun solar. Pasokan itu cepat habis hanya sekitar 5 jam karena Pertamina mengurangi pasokan.

 "Biasanya sekali kirim bisa 16 ribu liter Premium, tapi sekarang hanya sebanyak 8 ribu liter saja," kata dia.

Hal yang sama pun dikeluhkan  Pemilik SPBU Kalukku, tersebut, Andy Dodi memgatakan pasca pembatasan BBM bersubsidi, jatah BBM pun dikurangi. Saat ini SPBU miliknya hanya mendapatkan jatah 8 ribu liter solar dan Premium setiap hari. 

"Padahal sebelumnya mendapatkan pasokan Premium hingga 16 ribu liter setiap hari dan 16 ribu liter solar setiap hari," kata dia.

Menurut dia, rata-rata pembelian solar maupun Premium sebanyak 10 ribu-12 ribu liter setiap hari. 

Sebelumnya memang PT Pertamina sudah melakukan sosialisasi terkait dengan pembatasan BBM bersubsidi itu, tapi dia tidak menyangka jika hanya mendapatkan pasokan 8 ribu liter.

Padahal, lanjut Andy Dodi, kebutuhan BBM terutama solar di daerah mereka cukup tinggi. Karena SPBU miliknya beberapa Daerah seperti Kecamatan Kalumpang,Bonehau, Tabulahan sampai Kecamatan Mambi Kabupaten Mamasa dan daerah pesisir kecamatan Kalukku. Sehingga  banyak dibeli oleh nelayan di daerah ini.

Pembatasan BBM bersubsidi di SPBU telah membuat harga Premium di tingkat eceran pun naik. Jhon, pedagang eceran di daerah Kecamatan Bonehau , mengatakan kemarin baru beli Premium sebanyak 30 liter. Biasanya stok itu akan habis dalam jangka waktu 2 hingga 3 hari. 
"Tapi sekarang, sehari sudah habis," ujarnya.

Karena stok berkurang, Jhon pun menjual Premium dengan harga Rp 8 ribu 5 ratus rupiah hingga Rp 10 ribu per liter. Padahal biasanya dipatok Rp 7.500 hingga Rp 8000 per liter. 

"Harga saya naikkan karena saya masih harus antri panjang untuk beli Premium di SPBU," ujarnya.(Gidion)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size