Skip to main content
Pemkot Gelar Rakor Kesiapan Penanganan Covid-19

Pemkot Gelar Rakor Kesiapan Penanganan Covid-19

Kota Bengkulu, Tuntasonline.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Penanganan dan Kewaspadaan Virus Corona atau Corona Virus December 2019 (Covid-19) di ruang hidayah kantor Walikota Bengkulu, Senin (23/3/2020). Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi.

Dedy Wahyudi Wakil Walikota Bengkulu mengatakan, bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus itu belum ada obatnya, berbeda dengan bakteri. Yang bisa melawan segala jenis virus adalah sistem kekebalan tubuh (imunitas) itu sendiri. Jadi yang lebih penting adalah menjaga pola hidup sehat agar tidak mudah tertular COVID-19.

“Bayangkan jika sekarang salah satu dari kita ada yang terkena covid-19 apa yang kita lakukan?. Nah maka dari itu sebelum terjadi kita harus siapkan planing A planing B. Bagaimana cara-cara pencegahan yang harus dilakukan mulai dari tingkatan dinas, rumah sakit, puskesmas, hingga masyarakat. Yang terpenting itu pola hidup sehat. Contohnya dengan menjaga gizi makanan yang dikonsumsi lalu olahraga teratur, dan istirahat yang cukup. Jika pola hidup sehat ini telah dijalankan, maka tidak perlu cemas akan terjangkit COVID-19,” sampainya.

Dedy pun juga mengatakan, Pemerintah akan menyebarkan masker dan obat clorofil. Kita itu harus waspada tetapi jangan panik, SOP tetap di jalankan suapaya masyarakat tetap nyaman dan terlindungi.

“Masyarakat diharapkan tetap tenang tidak panik dan tidak menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya,” ucapnya.

Selain itu Wawali mengimbau agar seluruh elemen masyarakat dapat menyediakan hand sanitizer, sabun juga dan air mengalir baik di rumah maupun tempat umum.

“Harus membiasakan cuci tangan setelah beraktifitas di tempat umum. Suapaya kotoran dan kuman yang menempel di tangan tidak langsung terkena muka atau masuk ke dalam tubuh saat makan,” himbaunya.

Wawali pun juga meminta kepada seluruh stakeholder terkait bisa mensosialisasikan hal ini agar masyarakat tidak panik dan resah. Sosialisasi ini tidak hanya menjadi tugas tenaga kesehatan namun seluruh stakeholder terkait supaya kecemasan masyarakat menurun.

“Pihak kelurahan untuk menunda sementara waktu pesta dan keramaian lainnya. Tolong keluarkan kemampuan agar warga ikut dengan imbauan arahan kita. Dengan komunikasi yang tepat, insya Allah masyarakat akan memahami,” tutupnya. (P3)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size