Skip to main content

DPRD Nunukan Soroti Tiga Titik Infrastruktur Jalan yang Pernah Memakan Korban

Nunukan, TuntasOnline.id – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Yawong Salaju, menyoroti kondisi infrastruktur jalan di sejumlah wilayah yang dinilai memprihatinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya pada Senin (23/2/2026). Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi badan jalan yang dipenuhi genangan air hujan serta lubang yang cukup dalam hingga pernah menyebabkan kecelakaan.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian pemerintah sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menegaskan pentingnya keselamatan dan kelayakan infrastruktur jalan.

Tiga Titik Mendesak di Kecamatan Sebuku

Yawong menjelaskan, terdapat tiga titik prioritas di wilayah Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang mendesak untuk segera ditangani.

Jalan menuju Desa Pembeliangan

Sejak 2004 hingga 2026, jalan tersebut disebut belum mendapat perbaikan maksimal. Kondisi berlubang dan tergenang air dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pelajar dan masyarakat yang beraktivitas sehari-hari.

“Kami berharap pemerintah segera melakukan peninjauan ulang dan perbaikan agar tidak lagi menimbulkan korban,” ujarnya.

Ruas Jalan Desa Sujau – Simpang Tetaban

Jalan menuju Desa Sujau hingga Simpang Tetaban, termasuk akses ke Desa Bebanas dan Desa Lulu, disebut masih dalam kondisi memprihatinkan dan sebagian berupa jalan alternatif/setapak.

Ia meminta Kementerian PUPR turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil, mengingat akses tersebut sangat vital, terutama bagi warga yang hendak berobat ke fasilitas kesehatan, termasuk pada malam hari.

“Jalan ini merupakan akses penting masyarakat. Kami berharap segera dilakukan pengaspalan agar desa-desa tersebut tidak lagi terisolir,” tegasnya.

Jalan Lingkar Desa Tataban menuju SP3

Pada titik ini, masyarakat membutuhkan jembatan penyeberangan yang lebih layak. Saat ini warga masih menggunakan jembatan gantung untuk menyeberang sungai menuju fasilitas kesehatan.

“Kami meminta pemerintah pusat dan daerah membangun jembatan besi yang lebih representatif agar masyarakat tidak lagi kesulitan, terutama saat membawa warga yang sakit menuju rumah sakit,” katanya.

Yawong menambahkan, dalam kondisi darurat, warga terpaksa menggotong atau memikul pasien melewati jembatan gantung untuk menuju rumah sakit di Kecamatan Sebuku.

Ia pun mengajak pihak terkait untuk melakukan peninjauan langsung ke lapangan guna memastikan kondisi yang disampaikan.

“Saya siap mendampingi apabila Kementerian PUPR ingin melihat langsung kondisi di lapangan,” pungkasnya.

Sarif/Nnk/TuntasOnline.id

Facebook comments

Adsense Google Auto Size