Skip to main content
Tampak Pihak Dishub Melakukan Pengecekan

Rump Check Kendaraan Mudik, Kadishubprov Bengkulu Temukan Bus Tidak Layak Operasi

Bengkulu, tuntasonline.com - Menjelang mudik hari Raya Idul Fitri 1439 H, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu menggelar pengecekan kesiapan dan kelayakan (Rump Check) terhadap armada Bus di empat Loket dikota Bengkulu, Rabu (06/06). Pada kesempatan ini terdapat bus yang tidak layak operasi. 

Dari 5 Titik yang dilakukan pengecekan yaitu PO SAN, PO Sriwijaya, PO Putra Rafflesia, ASDP dan Bandara, Tim melarang satu  unit bus dioperasikan, karena dianggap tidak layak jalan. Bus ini tidak dilengkapi peralatan keamanan seperti alat pemadam api ringan atau apar dan palu pemecah kaca serta Bus tersebut milik PO Sriwijaya.

Dalam kesempatan ini turut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Budi Djatmiko, Dirlantas Polda Bengkulu Kombespol Jefri Torende, Dokpol Poda Bengkulu, serta Instansi terkait lainnya. 

Melalui penuturannya Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Budi Djatmiko menjelaskan bahwasannya pihaknya melakukan pemeriksaan secara mendetail terhadap seluruh sopir dan Bus yang ada di PO Bengkulu. 

" Jadi pengecekan yang kita lakukan hari ini yang pertama terkait dokument adminitrasinya, lalu dari sisi uji kelayakan seperti Rem, lampu-lampu (sen), ban kita cek semuanya," Ujarnya

Beliau juga menerangkan arus mudik menjelang lebaran nantinya diperkirakan sekitar tanggal 8-9 akan sangat padat pada seluruh jalur baik darat, air maupun udara. 

" Dari informasi yang kami terima  penerbangan sudah penuh, mungkin karena penuh banyak yang beralih keangkutan darat sehingga angkutan darat Jakarta-Bengkulu mulai tanggal itu kita prediksikan cukup penuh juga," terangnya

Ia juga menerangkan kedepannya tim dari penguji tetap melakukan Rump Check terkait Bus yang akan berangkat keluar Provinsi Bengkulu.

" kita selalu memantau mdengan melakukan pengecekan, tapi apabila ada temuan yang tidak layak nantinya kita pasti akan bertindak cepat dengan tidak memberikan rekomendasi (izin) beroperasi, kalau memang ketahuan ada yang memaksa bisa izin trayeknya kita cabut," Tegasnya.

Dirlantas Polda Bengkulu Kombespol Jefri Torende, juga menambahkan bahwa pengecekan Bus dan Sopir ini guna untuk memastikan kesiapan dalam mengangkut penumpang.

"Kita telah melakukan pengecekan, Ban, Rem, kelengkapan Bus dan begitu juga dengan Sopir maupun Kernetnya semua kita cek, dan setelah pengecekan semuanya tidak bermasalah, dan kita rasa sudah siap untuk mengangkut penumpang," tuturnya. 

Jefri Torende juga mengharapkan kepada pemudik agar selalu berhati-hari dikarenakan bahwa pelonjakan arus mudik ini akan sangat padat sekira tanggal 8 - 9 Juni.

Sementara itu terkait dilarang beroperasinya salah satu Bus milik PO Sriwijaya, Pemilik usaha angkutan PO Sriwijaya Suryadi, menjelaskan kondisi fisik bus yang dinilai tidak layak justru karena kondisi jalanan Sumatera yang rawan kerusakan. Suryadi menambahkan kendaraan miliknya memang disesuaikan hanya untuk melayani kelas ekonomi dengan harga rendah.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan Test Urine Sopir dan Kernet Bus oleh BNNK Bengkulu guna memastikan Sopir dan Kernet yang siap melayani penumpang saat mudik tanpa ada unsur salah guna obat-obatan nantinya. (ReTra)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size