Skip to main content
Keluarga pasien saat mengendong Buah Hatinya

Keluarga Pasien Kesulitan Biaya Hidup Sehari - Hari

Karawang, Tuntasonline.com - Nasib Muhamad Hasby (2,6), balita Putra ke 5 dari pasangan Edi (42) dan Masni (35) penderita kelumpuhan paska imunisasi difteri masih tanda tanya.  Pasalnya meskipun sudah dirawat di RSUD Karawang atas bantuan Camat Jayakerta, Kades Makmurjaya dan Kepala Puskesmas Jayakerta, ternyata pihak keluarga meragukan bisa bertahan lama karena ketidak beradaan biaya selama berada di sana.

Edi (42), orang tua balita yang berprofesi sebagai tenaga sukwan di salah satu SMP tak jauh dari rumahnya waktu, ditemui Wartawan Tuntasonline.com (01/03/18), mengaku merasa senang dengan dirujuknya Muhamad Hasby ke RSUD Karawang.  Selain itu pihak Puskesmas Jayakerta juga bertanggung jawab untuk kesembuhan putranya.  Namun dibalik semua itu ada kekhawatiran mengenai biaya menunggu dan biaya putra putrinya yang di tinggal di rumah. Karena dengan penghasilannya sebagai guru sukwan tersebut yang tidak sampai 500 ribu perbulan, itupun dibayar ketika dana BOS cair membuat dirinya kebingungan biaya sehari-hari.

"Sebagai tulang punggung keluarga harus mendampingi istri yang dalam kondisi hamil menjaga bersama buah hatinya selama di tangani tim medis,"ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan dia bersyukur karena selama anaknya ditangani tim medis di RSUD gratis tanpa di pungut biaya.  Namun yang menjadi masalahnya saat ini dia tidak mempunyai uang untuk bekal selama di rumah sakit, begitu juga untuk anak yang ditinggalkan di rumah.

"Hal itulah yang menjadi beban pikiran saya, apalagi sekarang ada masalah baru karena anak saya harus di rujuk ke Bandung atau Jakarta, karena menurut keterangan dari rumah sakit tidak memiliki alat untuk penyakit yang diderita anak saya,"keluhnya.

Dengan keadaan tersebut, dirinya mengaku lebih baik memilih membawa anaknya pulang ke rumah dan pasrah dengan cobaan yang dialami keluarganya tersebut.  Menurutnya keputusan tersebut terpaksa akan diambil demi kelangsungan keluarganya,  daripada susah semua keluarga.

"Di Karawang saja sudah seperti ini bagaimana kalau harus dirawat di RS Hasan Sadikin Bandung atau RS Cipto Mangun Kusumo Jakarta.  Kami sekeluarga ingin anak sehat tapi terkendala biaya hidup menambah beban lebih besar lagi,"pungkasnya.

Sementara Bupati Karawang, Cellica Nurachadiana, saat mengunjungi pasien mengatakan penyakit yang dialami Muhamad Hasby merupakan penyakit langka.  Sehingga diperlukan penanganan serius dan tidak setengah-setengah untuk kesembuhannya.  Sehingga pihaknya segera meminta agar RSUD Karawang segera merujuk pasien ke RS Hasan Sadikin.  Diakuinya setiap obat atau vaksin memiliki efek samping, tetapi yang dialami M Hasby merupakan kejadian langka.

"Saya minta agar pasien segera dirujuk ke RS Hasan Sadikin, untuk seluruh biaya pengobatan akan ditanggung Pemda Karawang melalui RSUD Karawang,"katanya.(Sule)

Tags

Facebook comments

Adsense Google Auto Size