Skip to main content
Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat menyampaikan sambutan

Plt Gubernur Temukan Penyebab Beras Di Bengkulu Mahal

Bengkulu, tuntasonline.com - Akhir-akhir ini Masyarakat di Provinsi Bengkulu menjerit mengenai harga beras yang kian naik. Melihat Tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berpikir keras agar bisa menekan harga beras yang semakin melonjak. 

Pantauan Wartawan Tuntas Online Akhirnya Beliau (Rohidin,Red) mendapatkan data dari BPS dan data tersebut menunjukan bahwasannya Provinsi Bengkulu merupakan swasebada gabah. Hal ini semakin membuat Rohidin bingung dikarenakan Provinsi Bengkulu yang swasebada gabah kenapa beras mahal mengikuti trend Nasional. 

Fakta dilapangan pun ditemukan bahwasannya para petani menjual gabah ke luar Provinsi demi meraup keuntungan,Yang lebih memprihatinkan lagi gabah yang dijual ke luar, diolah lagi oleh Provinsi lain dan dikemas dengan kemasan mereka sendiri serta dijual lagi ke Provinsi Bengkulu dengan harga yang mahal. Terhimpun data oleh tuntasonline.com petani yang menjual gabah ke luar Provinsi yaitu Petani Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara dan Muko-muko. Serta Provinsi yang membeli gabah baru diketahui adalah Lampung. 

Beras

Dalam sambutannya di Hotel Santika pada acara Rakor UPSUS (27/01/2018) pukul 13:50 WIB. Plt Gubernur Bengkulu menegaskan bahwasannya Beliau membolehkan hal tersebut namun dengan catatan gabah tersebut harus diolah dan dikemas di Bengkulu serta baru boleh dijual ke Luar. 

"Fakta ini sungguh mengejutkan saya, namun saya minta mata rantai seperti ini harus kita putuskan secepatnya. Boleh menjual gabah keluar namun harus diolah dan dikemas di Bengkulu serta baru boleh dijual ke luar. Saya juga meminta kepada bulog untuk menjalin regulasi dengan petani lokal supaya hal yang seperti ini tidak terulang lagi" ungkap Rohidin.

Dari pantauan tuntasonline.com (28/01/2018) Pukul 10:45 WIB. Harga beras dipasar masih tergolong mahal yaitu naik dikisaran 8 ribu/Liter dari harga normal untuk semua jenis beras. (Cw4)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size