Skip to main content
Pertimbangkan Soal Pembukaan Tempat Wisata Penularan Covid-19 dan Ekonomi Jadi Perhatian

Pertimbangkan Soal Pembukaan Tempat Wisata, Penularan Covid-19 dan Ekonomi Jadi Perhatian

Bengkulu, TuntasOnline.com - Saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu masih akan pertimbangkan Larangan mudik, wisata diperbolehkan. Karena hal itu untuk membuka tempat atau objek wisata yang ada di Bengkulu saat libur lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah mendatang perlu persiapan yang sangat matang, Kamis (29/4).

Pertimbangan itu dijelaskan Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah karena, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 yang terus mengalami penambahan setiap harinya wilayah Provinsi Bengkulu.

"Kita dari Pemprov akan melihat terakhir nanti, mudah-mudahan saja kasus Covid - 19 masih bisa dikendalikan, karena bisa saja lokasi wisata sebagai tempat penularannya,” ungkapnya.

Gubernur Rohidin juga akui, memang antara sektor ekonomi pariwisata dengan kesehatan harus betul-betul seimbang. Artinya diibaratkan antara gas  dan remnya pada kendaraan itu harus pas, sehingga dalam mengambil kebijakan juga harus tepat.

"Kita sangat khawatir saja jika objek wisata di buka, nanti berpotensi mengundang kerumunan. Tapi jika ditutup, ekonomi di daerah akan mati. Makanya perlu mengambil kebijakan yang tepat, dan tetap fokus untuk berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19," papar Gubernur Rohidin kemarin (28/4) saat dikonfirmasi. 

Disis lain yang juga mennggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu H. Zainal menyampaikan, untuk objek wisata, selagi pengelolanya bisa menjamin bahwa protokol kesehatan (prokes) seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan berjalan, sah-sah saja dan tidak mesti ada larangannya. 

Zainal juga menekankan, kepada pihak pengelola wisata harus mengeluarkan sebagian dari pendapatannya untuk mengatur prokes. Bahkan jika perlu meminta petugas/ Satgas Covid-19 untuk ikut menjaga agar prokes tetap berjalan.

“Penerapan prokes perlu bersama-sama, tidak saja masyarakat, pengelola wisata dan juga dari Pemerintah Daerah melalui tim satgas ikut mengawasinya,” pungkas Zainal.

Facebook comments

Adsense Google Auto Size