Kekerasan Terhadap Anak, Disebabkan Oleh Pernikahan Dini
Bengkulu, tuntasonline.com - Kekerasan terhadap anak memang tengah maraknya terjadi di Seluruh Indonesia, ini sangat memprihatinkan karena diusia anak yang seharusnya mendapat kasih sayang dan cinta kasih malah jadi korban kekerasan. Bahkan kekerasan terhadap anak juga dikaitkan oleh pernikahan dini.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Provinsi Bengkulu Foritha Ramadhani Wati Jum'at (11/04) sangat mengkhawatirkan sifat orang tua sering hilang arah ketika emosi pada anak hingga terjadi Kekerasan Anak.
Beliau menambahkkan kekerasan pada anak mempunyai banyak faktor salah satu yang cukup mengejutkan yaitu ada kaitan antara kekerasan anak terhadap pernikahan dini. Kaitan tersebut adalah kekerasan terhadap anak terjadi ketika kedua orang tua tersebut belum matang dan tidak siap yang disrbabkan pernikahan dini.
"Kekerasan yang dilakukan Orang Tua kepada anak disebabkan beberapa faktor diantaranya Immaturitas atau ketidakmatangan sebagai orang tua sehingga tidak siap dan tidak tahu untuk menjadi orang tua yang baik yang berkaitan karena faktor psikologis akibat pernikahan dini atau pengalaman waktu masa kecil yang pernah memperoleh kekerasan" ujarnya.
Beliau juga menjelaskan untuk menjadi orang tua yang baik hendaknya memiliki usir pernikahan dan setting yang begitu matang agar anak tumbuh berkembang selayaknya dan meminimalisir kekerasan pada anak.
Serta setiap apa yang dilakukan terhadap anak harus melalui perlakuan yang terencana dan melalui diskusi agar tidak salah langkah dalam pola asuh untuk generasi selanjutnya.
"Maka upaya untuk menjadi Orang tua atau parenting untuk pola asuh anak setting di diskusikan di setiap pertemuan untuk mencari akar masalah universal penyebab Orang tua melakukan kekerasan terhadap anak sehigga bisa di jadikan bahan 2 untuk rekomendasi bagi keluarga yg rentan dalam rangka pola asuh dan tumbuh kembang bagi anaknya" tandasnya. (ReTra)
- 63 views
Facebook comments