Skip to main content
Arist Merdeka Sirait dan Rostimaline Munthe (Foto : Ist)

62 Tahun Perjalanan Hidup, Arist Merdeka Sirait Sahabat Anak Indonesia

Arist Merdeka Sirait Anak dari pasangan suami istri Sintua Domitian Sirait dan Sonar Maruli Marpaung, dilahirkan 11 Juni 1960 di salah satu perkebunan teh Bah Butong, Kecamaran Sidamanik. Kabupatem Simalungun Sumatera Utara.

Nama babtis Mangatas Hasoloan Sirait sejak kecil bercita,-cita ingin menjadi watawan dan penulis besar dan terkenal namum tangan tak sampai.

Arist kecil dimasa mudanya mempunyai hobby bermain bola,  menyanyi dan bermain musik akustik tradisional.

Selepas menyelesaikan sekolahnya di SMA Kampus HKBP  Nommensen, di Pematang Siantar tahun 1979 , Arist yang mempunyai keahlian memainkan  alat musik gitar berangkat ke Pulau Samosir untuk bergabung dengan musisi tradisional untuk menghibur para hippies dan tourist manca negara di beberapa hotel di sekitar kawasan Danau Toba.

Bekerja dan menghibur para tourist itulah pekerjaan Arist Merdeka pria berambut gondrong yang telah memutih dan dikuncir itu setiap hari.

Selepas dari Pulau Samosir, Arist Merdeka berangkat ke Padang Sidimpuan, Tapanuli Selatan untuk bekerja disalah satu hotel di Padang Sidimpuan Sumatera Utara.

Pada saat bekerja di Hotel Samudera di Padang Sidimpuan, Arist  membentuk group nyanyi  Trio untuk menghibur para tamu transit.

Selepas bekerja di hotel transit itu, kemudian Arist berangkat ke Kota Jakarta bertarung nasib untuk bersaing dengan penyanyi-penyanyi  Trio Batak lainnya di Jakarta.

Dengan optimis dan penuh semangat kepercayaan diri bertaruh saing dengan 
bertaburnya para penyanyi batak ,  namun sayang cita- cita menjadi penyanyi Trio Batak kandas ditengah jalan.

Tabungan pun semakin menipis, mengakibatkan penghidupan Arist  Merdeka semakin terancam, akhirnya harapan
untuk penyanyi rekaman pun gagal.

Untuk menyambung hidup di Kota metropolitan Jakarta yang penuh hiruk pikuk dan daya saiing yang cukup tinggi selain membuat dan menciptakan lagu untuk dijual keberapa studio rekaman, Arist kemudian dengan terpaksa bergabung dengan penyanyi-penyanyi jalanan di Peconongan.

Jadi untuk  mengamen di warung-warung tenda jalanan di sekitar jalan Veteran, Gajah Muda, dan pasar senen di Jakarta Pusat terpaksa dilakukan.

 Arist juga mempunyai pengalaman pahit menjadi pengantar   jemput waria yang mangkal di Jalan  By Pas Pulomas dengan  memperoleh jasa Rp. 1.500 setiap mengantar ke tempat tinggal para penjajah seks komersial.

Di pemukiman  Pulomas di Jakarta itulah,  Arist menyewa  rumah kontrakan kecil. disanalah Arist berkenalan dengan personil penyanyi caffee dan kemudian diajak untuk mengamen di beberapa hotel dan restauran di Jakarta..

Dengan perkenalan itulah akhirnya Arist menumpang tinggal bersama salah seorang personil penyanyi Trio Caffee di daerah Cibubur.

Di tahun 1982 cikal  bakal Arist mengenal HKBP Pasar Rebo dan begabung menjadi aktivis Naposobulung dan berkenalan dengan 
aktivis naposobulung  HKBP Pasar Rebo bersama Edy Panjaitan  sebagai guru paduan suara naposobulung.

Arist bersama Sintua IF Sinambela dan rekan-rekan naposo bulung lain berjuang hidup dengan hidup sederhana dan bersahaja namun tidak meninggalkan pelayanan di gereja.

Dari sin Arist mempunyai kesempatan   menjadi aktivis gerakan Masyarakat Urban Perkotaan yang dibentuk HKBP untuk melayani buruh yang bekerja industri di sekitar Jalan Raya Bogor yang bekerja di perusahaan elektronik Fairchild  dan  industri garmen orirentasi eksport. 

 Aktif di gereja mmbuat Arist jatuh cinta dengan Seorang Aktivis Naposobulung  HKBP Pasar Rebo, dan aktivis perempuan di URM HKBP dimasa itu Sintua  Rostimaline Munthe. 

Dialah istri tercintanya dan istri satu -satunya serta tercantik diantara perempuan yang pernah dia  kenal hingga saat ini

Dialah Sintua Rostimaline Munthe, yang beberapa hari lalu tepatnya 3 Juni 2022 genao berusia 60 tahun.

Dengan pengalaman menjadi aktivis pendampingan buruh dan  pada saat itu pimpinan URM HKBP memberikan kesempatan kepada Arist mengikuti  orientasi di salah satu Yayasan Kesejahtetan Sosial  (YBKS) di Kota Solo, Jawa Tengah untuk mendalami teori dan praktek lapangan mengenai gerakan pengorganisasian sosial masyarakat.

Selepas menjalani training di yayasan sosial itu,  Arist kemudian diberikan kesempatan belajar tentang Community Organizing  dan Community Development di Phiiipina dan Korea Satan.

Selama di Philipina dan Korea Selatan Arist mendapat kesempatan  bergabung dengan para  buruh,  petani, mahasiswa  serta 
Aktivis  gereja dan  aktivis pro- demokrasi untuk gerakan massa menumbangkan Presiden Korea Selatan Kim Yong Sam  pada tahun 1986. Demikian juga bersama aktivis pro- demokratis di Philipina untuk menumbangkan Presiden Philipina dikdator Marcos.

Selepas belajar mengenai Community Organizing di Korea Selatan dan Philipina, ditahun 1986 kemudian Arist mendirikan sebuah Yayasan pergerakan  bu
ruh (Labour Movement) di Jabotabek.  

Dari pengalaman dalam pergerakan buruh itulah Arist bersama Aktivis HAM Munir yang meninggal dunia didalam pesawat saat mau terbang  dari Singapore ke Belanda mengikuti training mengenai gerakan perburuhan bersama Jhonson Psnjaitan aktivis HAM dan Police Watch, Tenten Masduki yang saat ini menjabat Menteri 
UKM berangkat ke Amerika Serikat untuk belajar tentang mekanisme Alternative Labour Dispute Resolution (ALDR)  di Washington DC USA. 

Dari sanalah kemudian Arist mendapat kesempatan mengikuti training dan seminar international dari berbagai topik dan isu-isu gerakan perburuhan international dari sana pula Arist hadir dan selalu hadir di berbagai seminar International baik sebagai narasumber dan menjadi peserta traning di berbagai kota belahan dunia. Hampir separoh kota di belahan dunia dia  singgahi.

Menjadi aktivis HAM dan pengalaman gerakan sosial masyarakat international  itulah akhirnya atas inisiasi pemerintah di tahum 1998 Arist diangkat dan dipilih pemerintah untuk mengurus sebuah lembaga Peduli Anak independen,
yakni Komisi Nasional Perlindungan Anak yang didirikan pemerintah sejak  tahun 1998 hingga sekarang.

Dari pengalaman panjang itulah Arist diberikan gelar Bapak Anak Indonesia dan sahabat anak Indonesia yang lejen.

Karena setiap ada perkara anak dimanapun disitulah Arist selalu hadir. 

Tidak ada toleransi dan kata damai untuk pelanggaran hak anak, dan tidak ada tempat bagi predator  dan monster anak baginya.

Berbagai tugas pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia, Arist jalani, tanpa pamrih dan mengenal 
lelah..

Di ujung upuk timur sekalipun ditemukan kasus anak disitu pula Arist hadir bersama komisioner Komnas Anak.

Sampai hari ini Arist selalu ada dan hadir bersama Anak Indonesia.

Dalam situasi apapun Anak Indonesia dia selalu ada..Dia adalah Sahabat Anak Indonesia...

Baginya,  tidak ada toleransi dan kata damai terhadap segala bentuk pelanggaran hak anak. 

Baginya tidak ada kompromi bagi predator dan monster Anak.

Di usianya 62 tahun,  Arist masih terus bersemangat dan tidak kendor membela anak Indonesia.

Dalam situasi pandemi Covid 19 sekalipun, dia tak henti-hentinya membela kaum anak. 

Arist juga telah menerbitkan dua judul buku  yang diberi judul ARIST MERDEKA SIRAIT Sahabat Anak Indonesia dan Arist Merdeka Sirait Menjaga dan Melindungi Anak Indonesia dan satu buah buku saku "Tips Cara mengatasi kekerasan terhadap anak".

Inilah kilas balik 62 tahun perjalanan hidup  sahabat anak Indonesia,  Arist Merdeka Sirait.(wan/TO)

Rabu 15 Juni 2022.pukul 21.50 WIB

Facebook comments

Berita Terkait

Adsense Google Auto Size