Targum Tanggapi ASN Pemkot yang Arogansi Terhadap Wartawan
Bengkulu, Tuntasonline.com - Miris, diduga salah satu pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melayangkan sikap arogansi pada wartawan online, Saat meminta konfirmasi perbedaan sumbangan dan pungutan kemarin (Senin, 27/8). Pakar hukum ternama di bumi rafflesia Tarmizi Gumay dengan tegas mengatakan pejabat publik tidak boleh menunjukan sikap arogansi.
"Tanya dengan dia tugasnya apa? Pelayan publik apa bukan? Ada permaslahan kami konfimasi. Pejabat seperti itu pejabat yang tidak tau tupoksinya harus banyak belajar," tegasnya Tarmizi Gumay pada Tuntasonline.com, Selasa (28/8).
Lanjut dikatakan Tarmizi, seharusnya Walikota ada evaluasi pejabat di jajarannya. Karena ketika pejabat itu tidak memahami apa yang ditanya bisa di kasih pelajaran. Karena tugas pejabat sebagai pelayanan masyarakat siapapun itu tidak terkecuali wartawan.
"Siapapun pejabatnya tidak boleh arogansi," katanya.
Sedangkan saat ditanya, dari segi hukumnya? "Tergantung orang yang di arogansinya, bisa pasal 310 perbuatan tidak menyenangkan," jelasnya.
Sedangkan untuk kronologis kejadian yang dialami salah satu wartawan media online, terkait sikap arogansi Sekretaris Dinas Pendidikan (Diknas) Kota "FJ" di ruangnya kemarin. Perwarta datang dengan prosedur dan etika yang baik tidak ada paksaan untuk meminta konfirmasi. Awalnya pewarta menanyakan tentang kondisi SMPN 3 Kota Bengkulu pasca kepala sekolah di non aktifkan setelah siswanya demo ke Diknas Kota, setelah itu, pewarta menanyakan perbedaan sumbangan dan pungutan malah ia menjawab.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota, FJ secara tegas melayangkan pernyataan tidak akan melayani pernyataan yang di ajukan wartawan. Malah menuduh wartawan bertanya seperti itu mengangap itu pungutan liar.
"Kamu bertanya seperti itu, kamu yang lebih tau, pungutan ditentukan dalam waktu sekian jumlahnya. Seolah-olah mau mencari infomasi, saya tidak akan melayani. Nanti infomasi kami tidak akan menyaut," jelasnya Firman Jonadi saat ditemui diruangannya, Senin (27/8).
Lanjut dikatakan Firman, dari dulu masyarakat sudah mengatakan sumbangan itu apa, iuaran itu apa, kalai pungutan itu apa. "Kamu mau mengatakan itu pungutan liar kan?," tegasnya Firman sambil menuduh perwarta saat bertanya. (CW3)
- 145 views
Facebook comments