Warga Jatisari Sakit Liver,Tak Punya Biaya Berobat
Karawang,Tuntasonline.com - Siti Rubaedah ( 26) anak pasangan Hasanudin (42) dan almarhumah Aseum menderita Liver sejak satu tahun lalu. Siti Rubaedah berasal dari Dusun Cigebang Rt 02/06 Desa Barugbug KecamatanJatisari, Kabupaten Karawang.
Kondisi perempuan malang itu makin terpuruk karena keluarganya tak punya biaya untuk membawanya berobat ke Rumah Sakit.
“Warga saya sakit sejak satu tahun lalu , sejak ditinggalkan suaminya , Siti sudah mulai sakit-sakitan, tapi lantaran kondisi ibunya meinggal tiga tahun lalu ”, kata Ketua Dusun Pulogebang Rohmin sekaligus petugas PSM, Minggu (26/11).
Menurut Rohmin , petugas Pekerja Sosial Masyarakat .baru diketahui menderita liver saat dibawa ke Rumah Sakit Karya Husada dan pengobatan di rumah sakit terdekat. Namun Siti tidak dapat menjalani pengobatan dan dirawat di rumah sakit karena kondisi keluarganya yang tidak mampu.
“Dulu sudah kami bawa ke RS Karya Husada Cikampek, namun karena tak ada keluarganya yang bisa mendampingi saat berobat , kemudian kami bawa pulang lantaran tidak punya biaya selama mendapingi Siti di Rumah sakit,” kata dia.
Meski seluruh biaya pengobatan Situ gratis dengan menggunakan layanan BPJS dan KIS.
Rohmin mengaku keluarganya tidak punya biaya untuk membiayai keluarganya selama Siti dirawat di rumah sakit.
Bapaknya bekerja serabutan sejak ibu mereka meninggal. Penghasilan bapaknya tidak menentu.
“Sekarang Bapaknya sudah tidak punya uang lagi karena sudah digunakan untuk biaya pengobatan,kemudian sekarang bapaknya juga kerja tidak menentu. Kalau ada yang suruh ada (uang), serabutan apa aja yang disuruh orang kerjanya,” kata dia.
Kepala Desa Barugbug Suhatip ,mengatakan penanganan penyakit yang diderita warga sudah diusahakan Pemerintah desa berobat dengan menggunakan BPJS namun karena keluarganya tidak ada yang mendampingi maka dibawa pulang.
Namun kondisinya saat ini tidak memungkinkan dibawa berobat karena kondisi keluarganya tidak mampu untuk mendampingi korban.
“Menurut hasil Diagnosanya dokter spesialis yang menangani paisien, ia menderita penyakit liper basah ," kata Suhatip.
Siti Rubaiah sebelumnya viral di media sosial karena pihak Pemerintah desa tidak peduli dan memperhatikan warganya, yang diposting oleh pihak keluarga pasien untuk meminta bantuan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Namun dalam kenyataannya
Pihak Pemerintah desa dan PSM desa setempat telah melakukan upaya maksimal membatu keluarga pasien yang tidak mampu, namun pihak keluarga pasien menolak untuk kembali berobat.
"Pemerintah desa melalui PSM telah melakukan upaya dan membawa berobat, namun karena tidak ada pihak keluarga yang mendampingi selama di rumah sakit maka pasien dibawa pulang ke rumah,"pungkas Kades Barugbug.(A.B)
- 21 views
Facebook comments