Skip to main content

3 Desa Unjuk Rasa Tolak Pembangunan SPAM, Ini Penjelasan Sekdakab Karo

Karo,TuntasOnline.id - Perwakilan dari tiga warga desa berunjukrasa ke kantor PURP, kantor DPRD dan kantor bupati Karo, Senin (14/11) kemarin, meminta pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari wilayah kehutanan sekitar dusun Kabung, desa Sikap untuk segera dibatalkan. Alasan perwakilan desa, bahwa sumber mata air untuk dusun dan desa mereka kering sejak pembangunan SPAM tersebut.

"Desakan penutupan pembangunan SPAM tersebut akan dapat menimbulkan gejolak dan pertikaian antarwarga desa  dan dusun," jelas juru bicara warga Kabung dihadapan aparat Kepolisian, Kejaksaan Kadis PUPR dan Kabid Ciptakarya dan puluhan anggota Satpol PP di halaman kantor PUPR Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Selasa pagi.

Merespon penjelasan warga, Kadis PUPR, Edward Sinulingga didampingi Kabid Ciptakarya, Irma mengatakan bahwa, pihaknya tidak pernah mengirim blangko kosong untuk ditandatangani oleh kepala desa Sikap, dan juga tidak pernah menyuruh warga desa Tanjungbarus bergotongroyong untuk pembangunan SPAM. Bagaimana tehnis pekerjaan, itu urusan rekanan. Pembangunan SPAM bersumber dari dana pusat dari Kementerian PUPR berkisar Rp1,8 miliar. Kalau minta diberhentikan, kami harus diskusikan dahulu dengan pemerintah pusat. Apalagi sumber mata air untuk SPAM tersebut tidak sama dengan sumber air minum dusun Kabung, jelas Kadis.

Mendengar jawaban Kadis PUPR dirasa kurang puas, warga berjanji akan menginap di kantor PUPR dan juga akan meneruskan berunjukrasa ke kantor DPRD dan kantor bupati Karo. 

Sebelum pengunjukrasa meninggalkan halaman kantor dinas PUPR, warga menyerahkan puluhan pipa yang dibawa warga dari lokasi proyek. Warga dalam pengawalan aparat Kepolisian melanjutkan unjuk rasa ke kantor DPRD dan kantor bupati. 

Sekda Karo, Drs K Terkelin Purba MSi saat dikonfirmasi awak media, Kamis(15/11/2023) mengatakan bahwa, pembangunan SPAM telah sesuai dengan mekanisme. Sumber mata air untuk SPAM tersebut dari kawasan hutan. Bukan sama dengan sumber air untuk warga dusun Kabung.

Sementara informasi lainnya dari DPRD Karo bahwa untuk menyelesaikan konflik yang diprotes warga Kabung akan direncanakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan seluruh pihak terkait.

Sebelumnya juga,Wakil bupati Karo, Theopilus Ginting didampingi Assisten II Setdakab, Mulianta Tarigan mengatakan jika pembangunan peningkatan SPAM jaringan perpipaan di Kecamatan Barusjahe sedang dikerjakan. 

"Namun ada sedikit kendala, dimana warga Dusun Kabung Desa Sikab, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo menolak jika air mereka dialirkan ke Desa Tanjung Barus. Padahal pembangunan SPAM jaringan perpipaan itu merupakan suatu sarana dan prasarana dalam penyediaan air minum untuk masyarakat.

Program pemerintah dapat terlaksana tanpa ada kendala demi kesejahteraan warga, khususnya suplai air bersih. Sebab air bersih merupakan kebutuhan primer yang sangat urgent bagi masyarakat, harap bupati saat menggelar rapat dengan warga beberapa hari yang lalu.(wan/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size