Skip to main content
Bupati Karo Tekankan Pentingnya Gerak Cepat Atasi Longsor Jalan Medan-Berastagi

Bupati Karo Tekankan Pentingnya Gerak Cepat Atasi Longsor Jalan Medan-Berastagi

Karo, TuntasOnline.com - Bupati Karo Terkelin Brahmana menekankan pentingnya Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional II Medan dan Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara gerak cepat dan responsif apabila terjadi longsoran di Jalan Letjen Jamin Ginting Medan-Berastagi.

"Penekanan itu disampaikan Bupati Karo saat rapat koordinas bersama BBPJN II Medan, Dinas Kehutanan Sumut, Kasatlantas Polres Tanah Karo, AKP Agus Ita Ginting SIK, MSi, Danramil 03/Berastagi, Mayor Inf J Barus, Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi, Dinas Perhubungan dan OPD terkait, Rabu (20/1) pukul 15.30 WIB, di ruang rapat asisten Kantor Bupati.

"Seharusnya bila ada longsoran, pihak BBPJN II Medan segera tanggap, karena setiap kemacetan akibat longsoran di Jalan Medan – Berastagi, Karo dampaknya pelaku dari sektor pertanian dan pariwisata Karo khususnya sangat terpukul. 

Puluhan milyar kerugian yang dialami, belum lagi dampak kemacetan total ke sektor-sektor lainnya, dan juga dari daerah-daerah lainnya, bahkan ratusan ton sayur mayur dan buah produksi hasil pertanian Kabupaten Karo membusuk dan tidak laku lagi di Medan, papar Terkelin.

Lanjut Bupati menyampaikan, coba kita bayangkan bila Jalan Medan – Berastagi terputus total, 2-3 kali per bulan, atau antrian kemacetan parah berkillo-kilo meter dari kedua arah seperti yang terjadi di bulan Desember kemarin, baik diakibatkan longsoran maupun pohon kayu tumbang dan kerusakan mobil berat di tengah badan jalan.

 Dua Perpres Mendukung Tol Medan – Berastagi Menilik Perpres 62/2011 tentang Metropolitan Mebidangro dan KSPN Danau Toba dengan Perpres No 49 Tahun 2016 membuktikan, amanah kebijakan Presiden RI Joko Widodo sebagai landasan payung hukum untuk pembangunan Tol Medan – Berastagi sudah sangat jelas bahwa Kabupaten Karo masuk bagian ke dua Perpres itu. Nyatanya berbanding terbalik, sungguh miris memang, tutur Terkelin Brahmana.

"Bayangkan bila kita terjebak kemacetan parah di malam hari seperti terjadi belum lama ini, dua hari berturut turut di Jalan Medan – Berastagi, satu mobil bersama keluarga menginap di tengah jalan dan parahnya lagi disaat mobil kita terjebak hujan deras dan tempat kita terjebak masih kawasan rawan longsor,” ungkapnya.

"Terlebih jalan Medan – Berastagi sering dilintasi truk-truk berbeban berat maupun truk gandeng bersumbu tiga keatas, sehingga bisa membahayakan masyarakat pengguna lalin.

Sementara Kabid Prasarana BBPJN II Medan Zusnan Asraf Wahab menyebutkan selama ini pihaknya selalu exsis dalam penanganan longsor Medan-Berastagi.

“Pihaknya mengaku agak kewalahan dalam menghadapi setiap longsor terjadi, terlebih banyak titik-titik longsor, sebab setiap satu titik longsoran saja terjadi bisa menelan biaya Rp600 juta,” ungkap Zusnan. 

“Biaya tersebut belum terakomodir dalam anggaran darurat BBPJN, inilah kendala. Akan tetapi kita selalu berusaha bekerja maksimal selama ini apabila longsor terjadi, dan akan menjadi catatan penting apa yang disampaikan Bupati Karo agar kedepan, kita sampaikan ke pimpinan,” pungkasnya.(RT/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size