Skip to main content
Foto

Sosialisasi 4 Pilar, Anarulita : Jangan Terpecah Walau Beda Pilihan

Bengkulu, TuntasOnline.Com - Anggota DPR RI Dapil Provinsi Bengkulu dr. Anarulita Muchtar menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan tema "Implementasi Nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI Dalam Berbangsa dan Bernegara" di Kediaman Pribadinya Jln. Sungai Rupat, RT 41 No. 117, Kota Bengkulu pada Sabtu Sore (02/02/2019).

Sosialisasi ini diikuti Ratusan Peserta yang berasal dari Ketua RT dan RW, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta Masyarakat sekitar. Selain itu, Peserta sosialisasi juga berkesempatan mendengarkan penyampaian materi yang langsung disampaikan oleh dr. Anarulita Muchtar dan mengajukan pertanyaan.

Tampak peserta sosialisasi begitu antusias mengikuti acara tersebut terlihat dari pertanyaan dan harapan yang disampaikan dalam Sosialisasi. Dalam penuturannya, dr. Anarulita menyampaikan rasa harunya, hal ini lantaran antusiasme peserta yang hadir dalam sosialisasi tersebut. 

"Sebelumnya saya cukup merasa terharu ketika melihat antusiasnya peserta yang hadir, saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya. Kalau anggota DPR RI otomatis menjadi Anggota MPR RI yang bergabung dengan DPD RI dan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini merupakan tugas yang sangat penting bagi kami," ujarnya. 

Beliau juga menghimbau kepada masyarakat dalam menyikapi tahun politik ini masyarakat harus menjaga persatuan agar tidak terpecah belah dikarenakan beda pilihan, karena beda pilihan tersebut boleh, terlepas siapa yang terpilih itu merupakan yang terbaik. 

"Menjelang Pemilihan ini, saya menghimbau kepada masyarakat agar kuatkan persatuan jangan terpecah belah akibat berbeda pilihan, karena masa depan bangsa kita yang menentukan dan kita harus kuatkan persatuan kita, terlepas siapa yang terpilih itu adalah yang terbaik dan dipercaya untuk memimpin negara ini," ungkap Anarulita.

"Sementara itu, menyikapi canggihnya teknologi dan informasi kita harus mampu mengontrol diri kita karena sekarang informasi yang bersifat hoax dengan mudah menyebar yang sewaktu-waktu bisa mengancam persatuan kita dengan cara mengadu domba," tutupnya. (ReTra) 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size