Sekdaprov Tekankan Tes CPNS Murni, Tidak Ada Calo yang Bisa Meluluskan
Bengkulu, TuntasOnline.Com - Tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tengah menjadi pembicaraan yang hangat di publik Bengkulu maupun Nasional. Karena tidak sedikit dari masyarakat ingin mencoba peruntungan melalui tes tersebut. Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Nopian Andusti menekankan tes CPNS murni dan tidak ada satupun orang yang bisa meluluskan.
Ditemui usai menghadiri acara Sharing dan Ngobrol Santai bersama rekan Media Bengkulu pada Selasa siang (02/10). Beliau sangat prihatin terhadap persoalan di masa lampau di mana masyarakat terperdaya oknum yang mengaku bisa meluluskan dalam tes CPNS.
"Untuk masalah CPNS itu Fear, objektif dan itu 100% murni" singkat Nopian.
Beliau meminta kepada masyarakat agar tidak merespon atau menanggapi setiap orang yang mengaku dirinya bisa meluluskan dalam tes CPNS karena tes tersebut sangat ketat dan sangat minim dari kecurangan.
"Jikalau ada calo, jangan layani itu penipuan. Tes CPNS ini tidak ada yang membantu apalagi yang meluluskan, yang bisa membantu hanya diri sendiri. Untuk itu persiapkanlah diri sebaik-baiknya diiringi dengan doa" tegas Nopian.
Beliau juga menjelaskan jikalau masih ada terdapat calo yang akhirnya melakukan penipuan, pihaknya menyerahkan penuh hal tersebut kepada pihak Kepolisian.
"Saya ingatkan kepada siapapun, jangan bermain api. Tes CPNS ini murni tidak ada seorangpun yang bisa membantu dan meluluskan karena yang hanya bisa meluluskan hanya dirinya dan tuhan. Saya saja sebagai ketua panitia tidak mampu, bagaimana mampu sudah tes terus keluar nilainya. Tidak ada yang bisa membantu meluluskan, jikalau ada yang mengaku bisa itu saya yakinkan itu 100% upaya penipuan" jelasnya.
Nopian juga sempat mengakui bahwa banyak dari masyarakat yang meminta bantuan dirinya untuk meluluskan tes CPNS, namun dirinya mengatakan bahwa yang bisa meluluskan hanya diri yang bersangkutan dan tuhan.
Diakhir penjelasannya, Beliau juga memaparkan bahwa tidak bisa seorang CPNS itu mendaftar pada 2 tempat karena Beliau berpendapat masyarakat akan pikir-pikir terhadap jarak yang ditempuh.
"Saya telah minta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk segera menghubungi Badab Kepegawaian Nasional (BKN) dan Server pusat, dan ada pula kemungkinan apabila sudah mendaftar pada 1 instansi maka pada instansi lain gak bisa. Mungkin mereka pikir-pikir pula mungkin mau ke Kota, mau ke Kaur, mau ke Rejang Lebong, mau ke Pusat, karena mereka gak bisa mendaftar di 2 tempat " tuturya.
Diakhir penjelasannya, Beliau menjelaskan kelulusan sangat bergantung pada grade/nilai. Meskipun jumlah kuota yang dibutuhkan lebih banyak dari peserta yang ikut tes, tidak dapat dipastikan mereka lulus karena sangat tergantung pada nilai yang menjadi kriteria. (ReTra)
- 88 views
Facebook comments