PWI Bengkulu Gelar Pelatihan Penyuluh Bahasa Indonesia
Bengkulu, Tuntasonline.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu bekerjasma dengan Kantor Bahasa Bengkulu menggelar acara penyuluhan bahasa indonesia bagi insan media massa sekota Bengkulu, bertempat di Hotel nala, Selasa (17/6).
Acara tersebut dihadiri, Ketua PWI Provinsi Bengkulu Zacky Antony, Ketua Kantor Bahasa Karyono serta 30 wartawan turut hadir dalam pelatihan tersebut.
Untuk diketahui, Kantor Bahasa sudah empat kali menggelar acara penyuluhan bahasa Indonesia dari tahun 2017 sampai sekarang. Memberikan manfaat bagi insan media agar tetap dan lugas dalam menuturkan bahasa indonesia yang baik dan benar.
"Kaitan utama bahasa indonesia di media massa sangat penting, nanti kedepan ada juga kegiatan khusus untuk wartawan pengelola di media institusinya seperti di undang wartawanya, redaktur dan pimpinan media tersebut, " ujarnya Ketua Kantor Bahasa Karyono memberikan sambutan, Selasa (17/7).
Lanjut dikatakan Karyono, nanti akan di bagi untuk 8-10 media dalam satu kegiatan yang adakan Kantor Bahasa penyuluhan bahasa ada sinkronisasi nya agar bisa di artikan oleh pembaca masyarakat Bengkulu.
"Tahun ini akan adakan kegiatan seperti itu. Untuk media cetak, online dan elektronik, juga ada di tingkat Kabupaten bisa ikut bergabung di Muko-Muko, Kaur, Manna dan lain-lain agar meningkatkan kompetensinya tulisannya betul pedoman para pembaca," katanya.
Sementara itu, ketua PWI Bengkulu Zacky Antony mengatakan, keluarga besar PWI Bengkulu berterima kasih atas kerjasama yang baik dari pihak Kantor Bahasa, karena penggunaan bahasa menjadi kewajiban yang paling prinsip, agar wartawan tidak lemah dalam pengunaan bahasa baik dan benar setiap penikmat pembaca lebih mengerti dari berita yang di buat.
"Himbauan dari kami untuk kantor bahasa diadakan juga tingkat redaktur, karena ini ilmu sosial, harus di asah terus adakan acara, dari kosa kata penggunaan bahasa, kata penghubung titik koma, dan lain-lain," jelasnya ketua PWI Bengkulu Zacky Anntony.
Menurutnya, penggunaan bahasa Indonesia menjadi tolak ukur dalam rangkaian kata dalam karya jurnalistik, satu kata salah bisa beda makna menjadi hal sepele tapi fatal bagi karya jurnalistik menjadi ukuran pembaca untuk menilai media tersebut. (CW3)
- 63 views
Facebook comments