Skip to main content
Tampak warga memperbaiki jembatan

Jembatan Tak Kunjung Permanen Dikeluhkan Warga

Kepahiang, tuntasonline.com - Warga Desa Suro Bali Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang keluhkan jembatan yang tak kunjung diperbaiki saat gotong royong disekitaran jembatan pada Minggu pagi (1/7).

Jembatan yang sejatinya berfungsi sebagai penghubung antara satu lokasi dengan lokasi lainnya seharusnya dapat memudahkan akses masyarakat dalam beraktifitas. Bertahun-tahun sudah Jembatan penghubung menuju Desa Suro Bali tak kunjung diperbaiki.

Menurut keterangan Kepala Desa Suro Bali, Ketut Suteje beliau mengatakan bahwasanya kondisi jembatan tersebut sudah berlangsung selama lebih kurang 6 tahun. Selama 6 tahun pula masyarakat Suro Bali secara swadaya memperbaiki kondisi jembatan agar tetap layak untuk digunakan. 

"Selama saya menjabat sudah puluhan kali lah, sudah 6 tahun (melakukan perbaikan, red). Dari Pemerintah belum ada sama sekali, ini swadaya kalau untuk perbaikan itu swadaya," ungkap Suteje ketika ditemui wartawan tuntasonline.com didepan Balai Desa Suro Bali usai melakukan kegiatan Rapat Bulanan.

Mengetahui hal ini, Pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bukan tinggal diam. Pemerintah sudah anggarkan dana perbaikan untuk jembatan penghubung menuju Desa Suro Bali. Akan tetapi, dana yang diberikan oleh Pemerintah Daerah dirasa tidak bisa diandalkan karena pencairan dana tersebut bersifat tentatif sehingga acap kali terlambat. Seperti ditambahkan Suteje, apabila masyarakat berpegangan terhadap dana yang digelontorkan Pemerintah Daerah, jembatan tersebut mungkin sudah tidak bisa digunakan lagi.

"Diatuh kan sebenarnya ada dana rutin, tapi yang namanya dana rutin didaerah itu tidak bisa diandalkan. Karena waktu turunnya(pencairan,red) itu tidak pasti. Kami kalau nunggu itu, hancur lika tahun pasti. Makanya kami lakukan swadaya," tambah Suteje.

Menurut data yang berhasil dihimpun wartawan Tuntasonline.com, perbaikan jembata yang biasa dilakukan masyarakat tidak kurang dari Rp 750 ribu untuk satu kali perbaikan besar. Sedangkan dalam satu tahun bisa 4 hingga 6 kali melakukan perbaikan besar. 

Kepala Desa Suro Bali Ketut Suteje sudah berupaya memperbaiki kondisi jembatan tersebut menjadi jembatan yang permanen layaknya jembatan penghubung lainnya. Upaya yang dilakukan oleh Ketut Suteje yakni dengan mengajukan Proposal perbaikan ke Dinas PUPR Provinsi Bengkulu. Bahkan dikatakan Suteje, Pihak Dinas PUPR sudah melakukan survey dan pengukuran bahkan sudah menetapkan titik nol di jembatan penghubung menuju Desa Suro Bali.

Kondisi jembatan yang belum bisa dikategorikan layak ini juga sangat dikeluhkan masyarakat. Sri Puryawati salah seorang warga Desa Suro Bali mengaku bahwa dirinya merasa sangat terganggu dengan kondisi jembatan penghubung tersebut.

"Merasa terganggu, lewat susah, apalagi anak sekolah kalo pagi-pagi suka cepet-cepet kan kadang-kadang bolong-bolong itu(jembatan,red)," ujarnya

"Kalau dari Pemerintah tuh ada, pasti ada, anggota dewan juga ada. Tapi terkadang itu cuma janji-janji saja, jadi gak bisa dijanjikan lah lebih baik warga sendiri," pungkas ibu dua orang anak tersebut.(FRK)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size