Kobaran Api Hampir Bakar Rumah Warga
Bengkulu, Tuntasonline.com - Warga Kelurahan Sukamerindu Panik usai melihat kobaran api yang berasal dari Pabrik Mebeul pada Jumat(13/4) malam. Warga mengira api tersebut berasal dari rumah warga yang berada dibelakang Pabrik Mebeul.
Pabrik Mebeul yang bertempat di Kelurahan Sukamerindu sempat hebohkan warga sekitar,Insiden kebakaran tersebut berasal dari tumpukan kayu yang diletakkan dibagian belakang Pabrik.
Dikatakan Antoni selaku Kasi OP PBK Kota Bengkulu bahwa pegawai tidak mengetahui bagaimana api bisa berkobar, Karna diakui pegawai pabrik bahwa tidak ada yang membakar apapun.
Antoni juga menilai penyebab kebakaran ini masih menjadi misteri karna belum dapat dipastikan apa yang menyebabkan api menyala.
"Sumbernya itu kita belum jelas apakah ada oekerja yang membuang puntung rokok, kami belum jelas soal itu, namun setelah ditelfon masyarakat tadi bahwa api sudah tinggi, sudah mendekati atap masyarakat yang sebelah itu jadi begitu ditelfon ke kantor kami, segera kami melaksanakan tugas, memadamkan dan melindungi masyarakat dari kebakaran itu. Kita gak berani bilang itu sengaja, mungkin karena itu keteledoran tukang-tukang itu sendiri, mungkin tadi ada dia membakar, masak air, atau puntung rokok, yang dibuangkan disitu, nah itu nampaknya dibawahnya tadi banyak sekam-sekam, mungkin itu yang membuat api itu membesar. Mungkin yang sebelah rumah itu panik, lalu dia menelfon ke PBK. Kalau untuk penyidikan kita kembalikan kepada pihak kepolisian," ujar Antoni saat diwawancara usai memastikan sumber api yang berada di Pabrik Mebeul.
Pemilik Pabrik Mebeul juga tidak berada dilokasi, karena diketahui bahwa Pemilik Mebeul tinggal diluar kota. Menurut Pengakuan Iwan, warga sekitar, bahwa Pihak Pabrik sangat tertutup dan kurang berinteraksi dengan tetangga. Sehingga masyarakat tidak mengetahui dengan pasti apa yang diproduksi dan apa yang ada di lingkungan pabrik tersebut. Beruntung api yang berkobar dari belakang gudang belum menjalar ke rumah-rumah warga. 11 Unit mobil Damkar dikerahkan untuk memadamkan api, akan tetapi setibanya PBK dilokasi, api sudah dapat dikendalikan oleh masyarakat, sehingga hanya beberapa unit mobil Damkar saja yang dioperasikan.
"Hari-harinya gak pernah komunikasi, mereka begitu kerja ditutup (gerbang-red) jadi tidak kelihatan, jadi kita tidak tahu apa yang ada di dalam," ujar Iwan salah satu masyarakat yang bersebelahan dengan Pabrik Mebeul.(CW4)
- 41 views
Facebook comments