Skip to main content
MOU Taman Nasional Kerinci Seblat dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong

Kurangnya Promosi Penyebab Perkembangan Objek Wisata Air Terjun Batu Betiang Terhambat

Curup, tuntasonline.com - Promosi yang masih kurang menyebabkan sulitnya perkembangan Objek Wisata Air Terjun Batu Betiang di Kabupaten Rejang Lebong. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Kabupaten Rejang Lebong,Senin (5/3).

Dikatakan Iwan Kasiwan S.H Kepala Bidang Taman Nasional Kerinci Seblat , "Promosi memang merupakan salah satu faktor yang penting dalam pengembangan sektor pariwisata karena tujuan promosi adalah untuk memperkenalkan suatu destinasi wisata kepada publik sehingga destinasi tersebut menjadi ramai dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar," ujarnya.

Selanjutnya Iwan menyampaikan, "berkaitan dengan hal tersebut banyak hal yang telah dipersiapkan, mulai dari kerjasama lintas sektor yang melibatkan banyak pihak baik dari pemerintah maupun masyarakat. Kerjasama dengan pemerintah daerah telah dilakukan dengan penandatanganan MOU Nomor : PKS.114/IV-10/BTK/2016 pada tahun 2016 lalu, tinggal menunggu izin dari pemerintah pusat (Kementerian Kehutanan) terkait dengan pemanfaatan daerah TNKS sebagai objek wisata."

Lebih lanjut Kabid menyampaikan, "Salah satu faktor lain yang mendukung akses dan promosi pariwisata di kawasan TNKS adalah pembuatan jalan. Hal ini telah dilakukan dengan pengerasan jalan selebar 1-2 meter menggunakan batu koral pada kawasan luar TNKS, sedangkan pada kawasan dalam TNKS hanya disarankan pembuatan jalan setapak agar ekosistem flora dan fauna di kawasan TNKS tetap terjaga. Kawasan luar dimulai dari Desa Bangun Jaya yaitu dari gerbang dan kawasan dalam dimulai dari Desa Babakan Baru," ungkap Iwan.

Dikatakannya lagi, "sebelum pembuatan jalan dilakukan survey untuk dapat membuat pemetaan ruang publik dan ruang usaha. Dari pemetaan tersebut ditentukan 200 hektar area kawasan objek wisata 50 hektarnya untuk ruang usaha selebihnya digunakan untuk ruang publik. Pada pembuatan akses jalan tidak disarankan aspal hotmix karena memperhatikan aspek keamanan. Dikhawatirkan akses jalan hotmix membuat jalan menjadi ramai sehingga resiko terjadinya Illegal Logging, perambahan dan perburuan liar lebih besar.

Pada akhirnya Kabid menyampaikan harapan "semoga seluruh destinasi wisata Kabupaten Rejang Lebong dapat maju dan berkembang serta kegiatan promosi dapat terus digalakkan agar kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan," tutur Iwan. (CW3)

Tags

Facebook comments

Adsense Google Auto Size