Skip to main content
Warga Desa Pertibi Protes Pembukaan LUT

Warga Desa Pertibi Protes Pembukaan LUT

Karo,Tuntasonline.com - Pembukaan Lahan Usaha Tani (LUT) di Desa Pertibi Kecamatan Merek Kabupaten Karo yang beberapa hari terakhir ini sudah dilakukan pembersihan oleh Pemerintah Kabupaten Karo baik dari TNI dan Polri maupun Satpol PP sebagai penegak Perda.

Namun pagi tadi Kamis 28 Juli 2022 pembersihan lahan usaha tani sempat dihentikan oleh ibu - ibu dari Desa Pertibi Kecamatan Merek Kabupaten Karo sembari mengatakan di dalam spanduknya bertuliskan " Jokowi tanah kami di ambil, Pak Jokowi kami tidak bisa beli susu anak kami, kami tidak makan, tanaman kami dirusak kami mau makan apa? tolong kami Pak Jokowi, tolong kami Pak Jokowi, ungkap ibu ibu sambil membentangkan poster dan spanduk.

Walaupun diprotes, sekitar pukul 11.00 WIB, alat berat mulai dihidupkan oleh operator dengan pengawalan TNI, Polri dan Satpol PP, walaupun dihalau oleh kaum ibu ibu warga desa Partibi Lama.

Pembersihan lahan dengan pengawalan ketat oleh pihak keamanan sesuai SOP, alat berat dapat bekerja dalam membersihkn lahan usaha tani yang sudah lama tertunda akibat dari keberatan masyarakat setempat.

Personil Polres Karo memberikan himbauan untuk warga masyarakat desa Partibi Lama, agar kembali ke rumah masing masing, dan bila mana ibu-ibu dari desa Partibi Lama tidak puas ataupun keberatan, silahkan lanjutkan perlawanan dengan  menempuh jalur hukum, karena kami berada di lokasi LUT ini sebagai pengamanan percepatan penataan/eksekusi lahan usaha tani (LUT) untuk warga relokasi tahap III korban dari erupsi gunung sinabung atas perintah negara, tandas Kasat Binmas Polres Tanh Karo AKP Budiyanta. 

Ditempat yang sama, Dandim 0205/TK Letkol Inf Benny Angga Ambar Suoro menyampaikan, kita tetap solid, karena masa waktu pekerjaan tidak lama lagi, maka pekerjaan harus tetap jalan walau pun masyarakat berusaha untuk menghalangi pekerjaan pembersihan LUT.

Dalam melaksanakan pekerjaan hari ini, kita jalankan terus sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan dan saya harapkan tidak ada yang ragu ragu, karena ini tugas mulia dalam memperjuangkan hak hidup orang lain (warga korban erupsi Gunung Sinabung).

Keberadaan kita disini jelas yaitu membantu Pemkab Karo dalam melaksanakan penataan/ eksekusi LUT, dan saya minta kepada rekan - rekan di lapangan hindari bentrok secara fisik dengan warga, berkerja secara humanis sesuai dengan perintah, bila ada warga yang hendak membahayakan diri kita terutama bagi warga yang membawa senjata tajam agar segera diamankan dan serahkan kepada pihak kepolisian.

Selamat bekerja dan tetaplah semangat ucap Dandim 0205/TK Letkol Inf Benny Angga. 

Kapolres Tanah Karo AKBP Ronny Nicolas Sidabutar mengatakan, Kita kecolongan hari ini, dimana warga sudah menduduki posko, sementara pihak kita belum hadir. Untuk itu saya harapkan besok tepat waktu apel pagi dan tidak ada lagi yang terlambat.

Mobilisasi pasukan, besok saya pertanggung jawabkan kepada masing- masing kesatuan. Dan kepada Insan Intelijen baik TNI maupun Polri,  pada malam ini saya harapkan sudah bisa mendata kira- kira berapa jumlah kekuatan massa yang akan datang ke lokasi besok harus sudah diantisipasi.

"Kita tidak mentolelir kepada warga yang membawa sajam (senjata tajam),  tangkap dan tanggalkan sajamnya selanjutnya serahkan untuk dilaksanakan proses hukum oleh kepolisian, "Pungkas Kapolres.(wan/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size