Skip to main content

Sambut Perayaan HUT RI, Penjual Obor di Kabanjahe 'Panen'

Karo,Tuntasonline.id - Taptu dan renungan suci di makam pahlawan merupakan rangkaian tradisi kegiatan nasional yang dilaksanakan sehari sebelum hari kemerdekaan Republik Indonesia, atau pada tanggal 16 Agustus, dan biasanya dilaksanakan pada sore atau malam hari.

Tak banyak dari masyarakat kita yang mengetahui asal muasal kata "taptu" ini dan sejarah terselenggaranya tradisi yang bernuansa patriotisme dengan kegiatan pawai obor yang di ikuti oleh berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, Pejabat, Pegawai Negeri Sipil (PNS), maupun perusahaan, organisasi masyarakat, pelajar, serta lantunan lagu perjuangan lewat tabuhan genderang dari marching band.

Dalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI), taptu /tap·tu/ diartikan dengan tanda (dengan bunyi trompet dan sebagainya) pada malam hari untuk memanggil prajurit supaya pulang ke asramanya, selain itu dapat pula berarti berbaris dengan menggunakan irama musik pada malam hari sambil membawa obor.

Disela- sela persiapan menyambut HUT Ke 78 RI,  tuntasonline mencoba mengkonfirmasi, kepada penjual obor, bermarga Sitorus (50) warga Kampung Dalam, Kabanjahe Rabu(16/08/2023) pukul 18.00.WIB. diseputaran Tugu Bambu Runcing,Kabanjahe.

"Beliau mengatakan, bahwa  obor dijual seharga Rp10.000/obor. Dimana lebih terjual 100 obor. Bahkan ada sekolah tertentu lebih awal memesan puluhan obor untuk dipakai pada pawai obor (taptu) sebentar lagi,"Pungkasnya singkat.

Pantauan tuntasonline, disela-sela kemacetan menjelang pawai obor di seputaran tugu bambu runcing, ada juga warga dari dalam mobil mewah memesan dari dalam mobil. Untuk anak-anak dan cucu, ujarnya senyum-senyum. Menjelang pawai obor, kemacetan juga sudah terjadi, di jalan Kapten Bangsi Smbiring, jalan Kapten Pala Bangun, dan di Jalan Veteran sebagai lokasi makam pahlawan di Kabanjahe tempat berlangsungnya upacara dan penyambutan peserta taptu bersama bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang, pimpinan Forkopimda, OPD, TNI-Polri, OKP, Ormas dan ratusan pelajar.

Walau Hujan melanda, tidak menyurutkan semangat  dan antusias para peserta pawai obor, untuk mengenang jasa pahlawan merebut kemerdekaan(wan/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size