Skip to main content

Realisasi Dana Desa untuk BUMDes Pekon Sedampah Dipertanyakan

Lampung Barat, TuntasOnline.id - Realisasi anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bersumber dari Dana Desa (DD) Pekon Sedampah, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, Tahun Anggaran 2025 dipertanyakan.

Terkait hal tersebut, wartawan TuntasOnline mencoba melakukan klarifikasi kepada Peratin Pekon Sedampah, Yundri, melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (9/8/2026). Sebelumnya, sempat terjadi percakapan yang dinilai kurang enak dengan Peratin Pekon Sedampah.

Saat kembali dikonfirmasi, Yundri menjawab, "Memang tidak boleh telat membalas WhatsApp kamu ini? Apa mau handphone ini terus yang saya pegang?" ujar Yundri.

Selanjutnya, melalui pesan singkat WhatsApp, Yundri mengatakan bahwa anggaran sebesar Rp213 juta diserahkan pihak pekon ke rekening BUMDes dan terdapat pengelolanya.

Namun, ketika ditanya mengenai realisasi penyertaan modal BUMDes Tahun Anggaran 2025, Peratin Pekon Sedampah tersebut tidak memberikan jawaban.

Tidak sampai di situ, wartawan TuntasOnline kemudian mencoba menghubungi Ketua BUMDes Pekon Sedampah, Suprapto. Ia mengatakan bahwa pada 2025 terdapat tiga kegiatan BUMDes.

"Yaitu untuk menanam kol dengan anggaran Rp90 juta. Setelah itu, untuk tarup/teratak berikut plafon sebanyak dua unit dengan ukuran 4 x 6 meter senilai Rp18 juta. Kemudian kerja sama dengan wisata yang ada di Pekon Sedampah," ujar Suprapto.

Menurut Suprapto, kerja sama tersebut meliputi Wisata Bukit Embun sebesar Rp15 juta, Wisata Gerbang Langit sebesar Rp15 juta, dan Wisata Istana Alam sebesar Rp15 juta.

Namun, saat ditanya mengenai jumlah dana yang masuk ke rekening BUMDes, Suprapto mengatakan sebesar Rp152 juta. Menurut dia, dana tersebut merupakan anggaran ketahanan pangan untuk penanaman kol sebanyak dua kali.

"Tanam pertama cuma balik modal. Nanam lagi baru motong kemarin itu. Sisanya untuk tarup dan kerja sama wisata," jelasnya.

Jika dihitung berdasarkan keterangan tersebut, terdapat selisih angka. Anggaran ketahanan pangan sebesar Rp152 juta, ditambah anggaran tarup sebesar Rp18 juta dan kerja sama wisata sebesar Rp45 juta, sehingga totalnya mencapai Rp215 juta.

Sementara itu, menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, pada 2025 anggaran BUMDes untuk program ketahanan pangan diperuntukkan bagi lahan seluas dua hektare. Namun, karena tidak tersedia lahan, program tersebut disebut hanya menggunakan lahan seluas satu hektare.

Hingga berita ini diterbitkan, masih terdapat perbedaan keterangan mengenai jumlah anggaran dan realisasi dana BUMDes Pekon Sedampah Tahun Anggaran 2025. Konfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait diperlukan untuk memperoleh kejelasan mengenai penggunaan dan realisasi anggaran tersebut.

(WR)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size