Warga Gang Kehidupan Harapkan Pembangunan Jalan dari Pemkab Lampung Barat
Lampung Barat, TuntasOnline – Warga Lingkungan Sukajadi 1, Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan jalan di Gang Kehidupan.
Harapan tersebut disampaikan warga kepada wartawan media TuntasOnline saat mereka bergotong royong menimbun jalan, Minggu (10/5/2026).
Salah seorang warga, Dikun, mengatakan jalan di Gang Kehidupan sangat membutuhkan perhatian pemerintah karena menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami warga Lingkungan Sukajadi 1 berharap kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, khususnya Bupati dan Dinas PUPR, agar membangun jalan lingkungan di Gang Kehidupan ini. Jalan ini merupakan akses keluar masuk untuk mengangkut hasil bumi para petani sayuran,” ujarnya.
Menurut Dikun, jalan tersebut juga setiap hari dilalui para tukang ojek. Kondisi jalan yang licin, terutama saat musim hujan, kerap menyebabkan pengendara terjatuh.
“Tidak jarang ada yang terjatuh karena jalan licin, apalagi saat musim hujan seperti sekarang,” katanya.
Ia menambahkan, selama tiga tahun terakhir warga hanya menerima janji terkait pembangunan jalan tersebut.
“Sudah beberapa kali dijanjikan, baik dari pihak kelurahan, mantan camat, maupun oknum anggota DPRD yang kini sudah almarhum. Katanya akan diusulkan melalui Musrenbang. Bahkan kepala lingkungan dan lurah juga sudah meninjau lokasi, tetapi hingga kini belum ada realisasi,” ungkapnya.
Karena belum adanya pembangunan, warga terpaksa bergotong royong dan swadaya membeli batu untuk pengerasan jalan.
“Selama ini kami warga terus swadaya membeli batu untuk memperbaiki jalan gang ini,” tambahnya.
Selain menjadi akses utama masyarakat dan pengangkutan hasil pertanian, Dikun menyebut Gang Kehidupan juga memiliki nilai budaya dan sejarah bagi warga setempat.
Menurutnya, di kawasan tersebut terdapat lokasi warga mengambil bambu untuk kebutuhan adat, seperti pembuatan lemang saat acara adat.
“Di sana juga ada sebuah batu besar yang menurut cerita merupakan peninggalan zaman dahulu dari Suku Tumi atau yang dikenal dengan Pekhing Belabakh. Namun sampai sekarang status dan sejarah batu tersebut belum jelas,” tutupnya.
(WN)
- 11 views
Facebook comments