Hari Ini Bantuan Beras PPKM Dibagikan di Karo
Karo,TuntasOnline.com - Usai semalam Bupati dan Wakil Bupati Karo menyalurkan bantuan beras dari Kemensos RI secara simbolis, hari ini Selasa (27/07) dilanjutkan Pembagian Bantuan Beras (BB) PPKM dan uang tunai bagi warga yang dinyatakan terdaftar sebagai penerima BST maupun PKH dari Kementrian Sosial RI.
Pembagian bantuan tersebut sempat menimbulkan kerumunan dan ada warga tidak menggunakan masker, namun akibat kesigapan dari Dinsos dan Satpol PP Kabupaten Karo akhirnya penyaluran bantuan tersebut bisa berjalan aman dan terkendali dengan mengikuti protokol kesehatan.
Pembagian bansos tersebut bertempat di Kantor PT. Pos Indonesia Cabang Kabanjahe.
Mengingat Kabupaten Karo saat ini telah masuk pada status zona merah penyebaran Covid-19 dan berdasarkan Surat Edaran Bupati Karo, bahwa tertanggal 21 Juli 2021 hingga 31 Juli 2021 diterapkan PPKM. Namun masih banyak saja masyarakat yang tidak sadar dan kurang paham betapa pentingnya mengikuti arahan pemerintah dan himbauan protokol kesehatan yang telah ditentukan dalam upaya mengantisipasi meluasnya penyebaran Corona Virus Disiase (Covid-19).
Menurut data yang diperoleh dari pihak Satgas Penyaluran Bantuan Beras(BB) PPKM PT. Pos Indonesia Cab.Kabanjahe Tangkas Ferdinan Ginting menyampaikan, Warga penerima manfaat bansos berasal dari 8 (delapan) desa/kelurahan dengan total jumlah sebanyak 342 Kepala Keluarga yang terdiri dari, Desa Kacaribu, Desa Bekerah, Desa Kuta gugung, Desa Gung Pinto, Desa Kebayaken, Desa Suka Ndebi, Desa Kuta Mbelin dan Desa Suka Tepu. Dan untuk pemberian bantuan beras tersebut besok, Ferdinan Ginting mengharapkan kepada warga penerima bantuan untuk tetap melaksanakan prokes.
Sementara itu, Sekertaris Sat Pol PP Kabupaten Karo D.C Sembiring besrta puluhan personilnya yang turun langsung ke lokasi pembagian bansos, saat dimintai tanggapannya, kepada tim awak media mengatakan, "Kerumunan yang sempat terjadi diakibatkan keterlambatan datangnya beras bantuan dari pihak bulog dan kita upayakan mengurai kerumunan dan memberikan himbauan kepada warga agar tidak berkumpul, memakai masker yang baik dan benar serta menjaga jarak," jelasnya.
Salah seorang warga Kabanjahe yang memiliki warung makan dan minuman bermarga Purba, terkait atas penerapan PPKM, merasa dianaktirikan oleh pemerintah, "dimana kami disuruh mengikuti PPKM sehingga warung kami agak cepat tutupnya membuat dampaknya sangat terasa, kok malah penerima BST dan PKH yang dapat bantuan beras, sementara kami dapat apa,? Bukan saya cemburu, namun maunya pemerintah bertindak adil terhadap kami yang mencari sesuap nasi untuk hari ini, namun akibat PPKM, warung kami kenak dampaknya," Kesalnya.(RT/TO)
- 82 views
Facebook comments