Skip to main content
Zaini selaku Plh Ketua KPU kota Bengkulu

KPU Pastikan Surat Suara Minim Kecurangan

Bengkulu, Tuntasonline.com - Kedatangan surat suara, Pelaksana Harian (Plh) Ketua KPU Kota Bengkulu, Zaini pastikan surat suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu 2018-2023 minim kecurangan.

Menjelang gelaran Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwakot) periode 2018-2023 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu kedatangan 237.923 surat suara yang nantinya akan didistribusikan langsung ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dibeberbagai daerah. Pemilu, Pilleg, Pilkada tentu taak lepas dari oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang berusaha merusak demokrasi.

Zaini selaku Plh Ketua KPU kota Bengkulu dalam wawancaranya kepada wartawan tuntasonline.com mengatakan bahwasanya kecurangan-kecurangan yang terjadi pada surat suara sangat minim. Mengingat sistematika dan proses pendistribusian surat suara yang semakin diawasi dengan ketat.

"Itu permainan lama (kecurangan surat suara-red) dengan sistem saat ini saya pikir untuk celah itu sangat tidak mungkin. Karena apa, mulai dari setting, pengepakan, pendistribusian, sudah tertata dan sudah tersusun rapi. Kemudian saat penggunaan pun nanti itu semua pihak terlibat, di situ ada Panwas ada saksi masing-masing calon ada pihak keamanan jadi celahnya untuk bermain itu mungkin sudah tertutup," kata Zaini ketika diwawancarai dikantor KPU kota Bengkulu Rabu (23/5).

Zaini juga menambahkan bahwa pendistribusian surat suara akan dilakukan serentak pada H-1 Pemilihan yakni 26 Juni mendatang. Menjaga keamanan surat suara, KPU bekerja sama dengan pihak kepolisian, Satpol PP, dan Satuan Pengamanan. Dalam Pilwakot 2018 ini, diakui Zaini menurut Daftar Pemilih Tetap (DPT) ada 230.169 yang akan memilih dalam gelaran Pilwakot tahun ini.

"Untuk pengamanan tentu kita disamping pihak Kepolisian kita juga ada Satpol PP dan satpam. Dan Jumlah pemilih menurut DPT kita 230.169 itu ditambah dua setengah persen untuk cadangan dan langsung didistribusikan jadi jumlah logistik surat suara itu jumlah DPT ditambah 2,5 persen jumlah DPT," tambahnya.

Kendati demikian, Zaini juga berharap agar seluruh lapisan masyarakat dapat mengawasi bersama-sama gelaran Pilwakot kali ini. Karna KPU hanya penyelenggara dan butuh pengawasan lebih dari masyarakat umum dalam memantau proses yang terjadi dalam Pilwakot tahun ini.

"Tapi kami berharap seluruh komponen untuk bersama-sama mengawasi, karena kami ini kan cuma menyiapkan, melaksanakan, tentu dalam proses pelaksanaan kita membutuhkan bantuan dari semua pihak. Jadi bukan saja jadi saksi yang resmi diutus sebagai saksi tapi masyarakat umum juga turut menyaksikan proses yang ada," tandasnya.(CW4)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size