Masyarakat Bangkahan Keluhkan Air Bersih, Ini Tanggapan Sjobirin
Bengkulu, Tuntasonline.com - Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bengkulu angkat bicara terkait keluhan masyarakat Desa Bangkahan Kelurahan Teluk Sepang Kecamatan Kampung Melayu mengenai ketersediaan air bersih.
Direktur PDAM Kota Bengkulu Sjobirin Hasan angkat bicara terkait water meter yang sudah terpasang di desa Bangkahan. Dikatakan Sjobirin memang pihak PDAM belum sanggup untuk mengaliri air bersih hingga ke desa Bangkahan. Pemasa Water meter ataupun pipa yang sampai ke Bangkahan merupakan kesalah administratif yang dilakukan oleh Tim MBR. Dikarenakan jarak yang cukup jauh untuk menjangkau desa tersebut dan tekanan air yang sudah lemah ketika mencapai kelurahan Teluk Sepang.
"Untuk daerah Bangkahan memang kami belum menyentuh ke sana. Kemarin terjadi kesalahan administratif dari tim dalam memasukkan beberapa data. Disana belum bisa di pasang untuk pipa nya, jaraknya itu cukup panjang bisa sekitar 4000 sampai 5000 meter dan taekanan air di sana sudah mulai lemah, sehingga memang untuk saat ini kami belum memungkinkan untuk memasang di daerah sana untuk daerah Bangkalan khususnya. Karena saya sudah pernah turun ke lapangan pada waktu itu itu dari Teluk Sepang ke dalam itukan sekitar 4 kilo dan melihat Medan yang ada di sana memang belum memungkinkan untuk kita memasang di sana," kata Sjobirin ketika ditemui di kantor PDAM Kota Bengkulu pada Kamis(17/5).
Sjobirin mengakui bahwa memang sudah ada beberapa water meter yang terpasang. Dan menurut data yang masuk, warga desa Bangkahan memang layak dan sesuai dengan kriteria program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
"Memang sempat ada yang terpasang beberapa, karena tim sudah melakukan survei ke sana kalau masalah data sebenarnya memenuhi semua untuk mendapatkan program MBR, tapi secara tekanan air belum memungkinkan untuk dilaksanakan pemasangan perpipaan," lanjutnya.
Hingga saat ini pihak PDAM belum bisa menindak lanjuti permasalahan tersebut dan masih perlu dilakukan pengkajian ulang oleh PDAM terkait pemasangan pipa dan water meter. Akan tetapi, pipa atau water meter yang terlanjur terpasang akan dibiarkan terpasang, agar suatu saat PDAM siap melayani, masyarakat daerah tersebut tidak perlu menunggu lama lagi.
"Belum bisa kami tindaklanjuti karena misalnya masa kita pasang pipa 4000 meter hanya untuk 5 orang, jadi masih perlu kami kaji ulang yang sudah terlanjur terpasang ya biarkan saja dulu jadi suatu saat kami siap untuk melayani daerah tersebut juga sudah siap dilayani," jelas Sjobirin kepada wartawan Tuntasonline sebelum beliau melaksanakan sholat dzuhur.
Kebutuhan air bersih yang dibutuhkan masyarakat desa Bangkahan bisa diatasi dengan cra mencari dan membangun sumber air baru untuk memenuhi kebutuhan didesa Bangkahan. Tidak menutup kemungkinan, PDAM akan mencari sumur bawah tanah dan dikelola untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat desa Bangkahan.
"Untuk di desa Bangkahan itu sepertinya membutuhkan titik sumber lagi untuk melayani masyarakat di sana. Kalau sudah seperti itu karena di sana kan tidak ada mata air, tidak ada pengolahan juga. Hal yang kami layani itu bisa saja kami mencari sumur bawah tanah kalau sumur bawah tanah kan prosesnya sudah dilakukan secara alami tinggal kami uji lab saja ada kandungan kandungan apa yang terdapat di air itu," pungkasnya.(CW4)
- 123 views
Facebook comments