Skip to main content
Tampak Tempat Rumah Potong Hewan (RPH)

Harga Daging Semakin Tinggi, Pedagang: Tidak Ada Pemeriksaan Daging Basah

BENGKULU, Tuntasonline.com - Harga jual daging sapi yang tinggi dan Tidak adanya pemeriksaan daging basah yang dilakukan oleh Instansi terkait, merugikan pedagang daging sapi basah di Provinsi Bengkulu.

Diakui Pedagang-pedagang sapi yang berjualan di Pasar Minggu Kota Bengkulu bahwa beberapa bulan terakhir tidak ada Pemeriksaan daging basah. Berbeda dengan sebelumnya, dimana petugas dari Dinas Peternakan terus mengecek dan melakukan Pemeriksaan terhadap daging-daging basah yang dijual oleh pedagang. 

"Sudah lama pak memang nggak pernah diperiksa. Kalau dulu ada petugas dari kesehatan hewan dan peternakan yang rajin setiap hari melakukan pemeriksaan terhadap daging yang kami jual di pasar ini pak, " ujar Edi (35) yang merupakan salah satu pedagang daging sapi di Pasar Minggu Kota Bengkulu, Minggu (8/4).

Edi menuturkan bahwa tidak sedikit pedagang yang memiliki Surat Pemeriksaan. Namun, surat Pemeriksaan yang dimiliki oleh beberapa pedagang dinilai hanya formalitas semata. Pasalnya, petugas dalam beberapa bulan ini jarang melakukan pemeriksaan dilapangan. Edi menilai, harga daging bisa murah seandainya RPH memberikan harga rendah kepada Penjual. Bahkan diakui Edi bahwa pedagang tidak mengambil untung banyak dalam menjual daging sapi.

"Kalau saja dari RPH atau Toke bisa menjual kepada kami range rp. 90 ribu hingga rp 95 ribu per kilogram untuk daging sapi murni tanpa tulang dan sebagainya maka kami tentu bisa menjual rp 100 ribu hingga rp 105 ribu per kilogram kepada Warga pak. Kami ini cuma ambil untung kecil kok pak. Nah kalau sekarang dari Toke dan RPH saja sudah rp 115 per kilogramnya, jelas kami nggak mungkin jual dibawah harga itu pak," ujar Edi.

Dalam hal ini, Edi berharap pemerintah serta aparat terkait adar segera menuntaskan permasalahan ini.  Sehingga Warga bisa kembali membeli daging sapi untuk di konsumsi ditingkat rumah tangga.

 "Kalau harganya terjangkau pak, otomatis daya beli masyarakat juga tinggi. Apalagi sekarang ini mau masuk puasa. Jika dibiarkan harga daging sapi jelang ramadhan nanti akan tambah tinggi," tutupnya. (CW4)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size