Pastikan Stok Bahan Pangan, Kemendag Lakukan Kunjungan Kerja
Bengkulu, Tuntasonline.com – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa, Lasminingsih turun langsung ke beberapa pasar-pasar, distributor, dan perusahaan ritel modern guna memantau kesiapan bahan pangan menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran tahun 2018 sesuai instruksi Presiden Joko Widodo untuk memastikan stok dan stabilisasi harga bahan pokok di seluruh Wilayah Indonesia pada Kamis(19/4).
Dalam Kunjungan Kerjanya kali ini, Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa, Lasminingsih juga memimpin Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) "Stabilisasi Harga dan Stok/Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2018/1439 H" di Hotel Putri Gading, Kamis ini. Rakorda ini juga merupakan langkah Kementerian Perdagangan dalam menjalankan Instruksi Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatad yang dilakukan beberapa waktu lalu, serta tindak lanjut akan arahan yang diberikan oleh Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.
“Rakorda ini merupakan langkah Kemendag menjalankan arahan Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas (Ratas) pada 5 April 2018 dan tindak lanjut arahan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada Rakornas HBKN di Bandung pada 23 Maret 2018,” kata Lasminingsih.
Hingga minggu ke-2 April, Kemendag telah menggelar Rakorda di 10 provinsi di Indonesia yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, dan Maluku. Dalam menyambut HBKN, ada empat langkah strategis yang disiapkan Kemendag. Empat langkah strategis yang disiapkan oleh Kemendag yakni:
1. Melalui Penguatan Penerbitan Permendag terkait, yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok Permendag 20/2017, harga acuan Permendag 27/2017 dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras Permendag 57/2017.
2. Melalui penatalaksanaan yaitu melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha; fasilitasi dengan BUMN dan pelaku usaha; serta penugasan BULOG.
3. Melalui pemantauan dan pengawasan yang akan dilakukan oleh Eselon I Kemendag bersama dengan Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga, termasuk menjamin pendistribusian bapok.
4. Melalui upaya khusus yaitu penetrasi ke pasar rakyat dan toko swalayan. Kemendag akan melakukan penetrasi pasar menjelang puasa pada 1-15 April 2018 atau (H-45)-(H-30) puasa serta menjelang Lebaran pada 14 Mei-18 Juni 2018 atau pada (H-31)-(H-7) Lebaran.
“Rakorda di 34 provinsi dijadwalkan antara H-45 dan H-30 puasa. Selain itu, H-15 sebelum Lebaran, Kemendag juga akan menugaskan 200 pegawai untuk turun langsung ke daerah yang berpotensi rawan, memantau secara periodik agar dapat membuat langkah yang tepat menjaga stabilisasi barang kebutuhan pokok di setiap daerah,” tambah Lasminingsih.
Dalam rangka pemantauan harga bapok di pasar, Lasminingsih berserta rombongan juga melakukan peninjauan ke Pasar Panorama dan Pasar Minggu di Kota Bengkulu. Dari hasil pemantauan, diketahui harga dan pasokan di kedua pasar tersebut stabil dan terkendali. Berdasarkan hasil pemantauan per 18 April 2018, beras Rp9.688/kg, minyak goreng curah Rp10.350/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.500/liter, cabai merah keriting Rp42.500/kg, bawang putih Rp31.000/kg, bawang merah Rp37.000/kg, dan telur ayam ras Rp20.800/kg.
Lasminingsih beserta rombongan juga melakukan pantauan ke ritel modern di Kota Bengkulu. Hasil pantauan menunjukkan, dibandingkan tahun lalu, kini terdapat lebih banyak pilihan minyak dan beras untuk masyarakat. Di antaranya bahkan ada yang dijual di bawah HET dan dikemas dengan kemasan yang baik pula. Untuk Bengkulu, kebijakan HET yang berlaku yaitu gula Rp12.500/kg, daging beku Rp80.000/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000/liter, minyak goreng curah Rp10.500/liter, beras medium Rp9.950/kg, dan beras premium Rp13.300/kg.
“Pemerintah Pusat tetap melakukan koordinasi dengan Dinas yang membidangi perdagangan di daerah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok. Hal ini untuk menjamin masyarakat dapatmenjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Lebaran 2018 dengan khidmat, tenang, bahagia dan tetap tersenyum,” ungkap Lasminingsih.(CW4)
- 102 views
Facebook comments