JMSI Bengkulu Resmi Dilantik, Teguh Santosa Soroti Tantangan Era Post-Truth
BENGKULU, TuntasOnline.id – Pelantikan pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bengkulu periode 2025–2030 digelar di Hotel Mercure Bengkulu, Senin (27/4/2026), dengan dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah.
Ketua Umum Teguh Santosa menegaskan bahwa JMSI Bengkulu telah memiliki fondasi kuat dalam membangun ekosistem pers yang sehat.
“Karena di bawah kepemimpinan Bung Riki inilah JMSI Bengkulu telah meletakkan fondasi yang kokoh. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, pembinaan anggota, serta komitmen menjaga marwah jurnalisme telah dijalankan dengan baik,” ujar Teguh.
Ia bahkan menyatakan akan menarik Riki ke tingkat pusat. “Itu sebabnya Bung Riki saya ‘pinjam’ dulu ke Jakarta, Pak Asisten, untuk menjadi Kepala Sekretariat JMSI,” katanya.
Teguh juga menyinggung Mars JMSI yang lahir dari Bengkulu. “Dr. Rahimandani adalah sosok yang menciptakan syair Mars JMSI. Jadi Mars JMSI itu juga lahir dari Bengkulu. Hanya saja hari ini saya agak kaget karena musiknya diaransemen ulang,” ujarnya.
Ia menambahkan, perubahan aransemen membuatnya kesulitan saat menyanyikan lagu tersebut. “Ada beberapa bagian yang sedikit berbeda, misalnya pada bagian ‘Undang-Undang Dasar 905’-nya. Jadi sebaiknya kita kembali ke versi asli saja,” tegasnya.
Teguh juga mengucapkan selamat kepada Ketua JMSI Bengkulu terpilih, Dedy Herdiansyah Putra. “Saya yakin di tangan Bung Deddy dan kawan-kawan, JMSI akan semakin kokoh,” katanya.
Ia turut menyoroti tantangan dunia pers di era digital. “Sekarang siapa pun bisa memproduksi teks, gambar, suara, bahkan video yang sulit dibedakan antara asli dan rekayasa. Inilah era post-truth, di mana keyakinan sering kali lebih dominan daripada fakta,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pers untuk tetap berpegang pada prinsip dasar jurnalistik. “Ketika publik dibanjiri informasi yang sulit diverifikasi, pers harus menjadi mercusuar yang berpegang pada kode etik, verifikasi, dan kepentingan publik,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada pengurus JMSI Bengkulu. “Jadilah rumah bagi jurnalisme yang cepat tetapi tidak ugal-ugalan, yang kreatif tetapi tetap beretika,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumatera Selatan, Hendry Marulitua, menekankan pentingnya peran media dalam perlindungan hak asasi manusia.
“Media siber tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga menjadi ruang publik yang sangat berpengaruh dalam membentuk opini, menyebarkan informasi yang netral dan bertanggung jawab, serta mengawal isu-isu hak asasi manusia,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan berbagai tantangan di era digital. “Terdapat berbagai tantangan seperti penyebaran misinformasi dan disinformasi, ujaran kebencian, pelanggaran privasi, hingga potensi pelanggaran HAM di ruang digital,” katanya.
Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Asisten Administrasi Umum Setda, Nandar Munadi, menegaskan pentingnya peran JMSI dalam menjaga kualitas informasi.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni prosedural, melainkan titik awal perjuangan dalam menata ekosistem media siber yang sehat di Bumi Merah Putih,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kecepatan informasi tidak boleh mengorbankan kebenaran. “Kecepatan memang penting, tetapi kebenaran adalah harga mati yang tidak boleh dikorbankan,” tegasnya.
Menurutnya, media juga berperan sebagai mitra pembangunan. “Kami membutuhkan peran JMSI untuk mendiseminasikan program pembangunan secara luas, objektif, dan mencerahkan,” katanya.
Ketua JMSI Bengkulu, Dedy Herdiansyah Putra, menyampaikan komitmennya dalam memimpin organisasi ke depan.
“Alhamdulillah, pada hari ini telah terlaksana pelantikan Pengurus Daerah JMSI periode 2025–2030. Kegiatan ini kami rangkaikan dengan seminar HAM karena menjadi salah satu fokus prioritas JMSI ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, JMSI akan segera menyusun program kerja. “Kami akan melaksanakan Pra-Rakerda dengan fokus pada program berbasis HAM serta penguatan industri media di tengah kondisi ekonomi yang masih cukup menantang,” katanya.
Deddy juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Kami akan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun swasta, seperti OJK, Bursa Efek, serta sejumlah bank Himbara,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa JMSI harus menjadi penyedia informasi yang kredibel. “JMSI harus hadir sebagai penyedia informasi yang terverifikasi, akurat, dan dapat dipercaya, bukan sekadar konten hasil AI, tetapi melalui proses jurnalistik yang memenuhi standar verifikasi,” pungkasnya.
- 5 views
Facebook comments