Transaksi dan Penggorengan Pasir Timah Diduga Ilegal Terjadi di Desa Puput
Bangka Barat, Tuntasonline.id - Diduga kuat ada aktivitas transaksi jual-beli dan penggorengan pasir timah secara ilegal di balik pintu gerbang warna hitam yang menjulang tinggi di Desa Puput, Kecamatan Parit Tiga Jebus, Kabupaten Bangka Barat.
Di lokasi ada seorang penjaga yang stand by di Pondok Dekat Pintu Gerbang agar tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam gudang.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun tim awak media. Diketahui, (BK) merupakan pemilik gudang penggorengan pasir timah. Sedangkan, pasir timahnya diperoleh dari penambang timah yang tidak jelas legalitasnya.
Menurut keterangan dari sejumlah warga yang tinggal di sekitar area gudang tersebut. Sempat terhenti aktivitas, pembelian pasir timah di tempat gudang nya (BK), akan tetapi kini sudah kembali beraktivitas seperti biasa.
"Setiap hari pak, di gudang (BK) itu selalu beli timah, kalau sore ramai orang datang pakai motor dan sering juga memakai mobil mau menjual timah hasil dari nambang. Tapi, pernah juga sempat terhenti tidak beraktivitas sama sekali," ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Kamis (04/07/24) sore.
Mirisnya, sebelum awak media tiba di lokasi, dari kejauhan terlihat jelas pintu gerbang masih terbuka lebar. Namun sayangnya, ketika awak media sampai dan hendak turun dari kendaraan, pintu gerbang langsung ditutup dan kendaraan motor roda (2) dua milik penjual timah tinggal di luar gerbang.
Kendati demikian, tim awak media tetap menunggu lebih kurang satu jam di depan pintu gerbang dan sempat memanggil orang yang berada di dalam gudang tersebut guna konfirmasi lebih lanjut demi pemberitaan yang berimbang, tetapi tidak ada tanggapan/respon sama sekali bahkan ada salah satu orang yang berada di dalam gudang mengatakan "Oi pergilah, jangan nakuti orang yang mau antar timah ke sini," suara teriakan dari balik pintu gerbang.
Di sisi lain, tim awak media sempat wawancara salah satu orang yang hendak menjual pasir timah di depan gudang (BK). Menurut pengakuannya, kebanyakan orang yang jual pasir timah ke gudang BK tak lain ialah penambang ilegal.
"Saya dan kawan-kawan sering jual timah ke sini, berhubung kami kerja di tambang ilegal jadi bisa jual timah ke mana saja, tergantung harga yang mahal," jelas (TR) di hadapan tim awak media.
Sementara itu, terkait dugaan aktivitas jual-beli dan penggorengan pasir timah milik (BK), tim awak media masih dalam upaya konfirmasi ke aparatur penegak hukum (APH).
(N.R)
- 165 views
Facebook comments