Skip to main content

Staff Khusus Kemenkumham Apresiasi Inovasi Penggunaan Oli Bekas Sebagai Bahan Bakar Kompor

Bengkulu, Tuntasonlie.id - Milton Hasibuan, Staff Khusus Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) bidang media dan komunikasi, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inovasi yang dilakukan oleh Lapas Kelas 2 Curup dalam pengembangan teknologi tepat guna. Salah satu inovasi yang menjadi kebanggaan adalah penggunaan oli bekas sebagai bahan bakar kompor di lingkungan penjara tersebut.(20/06/2023)

Dalam penjelasannya, Milton Hasibuan mengatakan bahwa penerapan penggunaan oli bekas sebagai bahan bakar kompor merupakan langkah yang sangat bijak dan inovatif. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) seperti oli bekas seringkali sulit diuraikan dan memerlukan penanganan yang khusus. Dengan adanya inovasi ini, limbah oli bekas dapat dimanfaatkan secara efektif, sekaligus memberikan solusi ramah lingkungan.

.

Penggunaan oli bekas sebagai bahan bakar kompor ini juga memiliki dampak positif dalam pengelolaan sumber daya energi. Selain membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, pemanfaatan limbah oli bekas sebagai sumber energi alternatif juga dapat menghemat pengeluaran dan memberikan kontribusi dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.

Lapas Kelas 2 Curup telah menunjukkan keberanian dan kreativitas dalam menghadapi tantangan lingkungan. Dengan mengadopsi teknologi ini, mereka tidak hanya mengurangi limbah yang dihasilkan, tetapi juga memberikan contoh positif bagi masyarakat sekitar dan lembaga pemasyarakatan lainnya.

Milton Hasibuan menyatakan harapannya bahwa inovasi yang dilakukan oleh Lapas Kelas 2 Curup ini akan menjadi inspirasi bagi institusi lainnya untuk mengembangkan teknologi tepat guna dan berkelanjutan. Pihaknya juga berkomitmen untuk terus mendukung dan memperjuangkan upaya-upaya inovatif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

.

Dalam menghadapi tantangan lingkungan dan sumber daya yang semakin terbatas, pengembangan inovasi seperti penggunaan oli bekas sebagai bahan bakar kompor menjadi semakin penting. Langkah ini sejalan dengan visi Kemenkumham dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan nasional.

Milton Hasibuan berharap bahwa upaya seperti ini akan semakin banyak diadopsi oleh lembaga-lembaga pemasyarakatan dan sektor lainnya, sehingga Indonesia dapat menjadi contoh dalam penerapan teknologi tepat guna yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Facebook comments

Berita Terkait

Adsense Google Auto Size