Skip to main content

Pembangunan Irigasi Desa Padang Matinggi Diduga Terindikasi Korupsi

Labuhanbatu, TuntasOnline.Com.id - Proyek pembangunan saluran irigasi tahun 2021 dengan menggunakan dana desa (DD) di Desa Padang Matinggi, Kecamatan Dolok Sigompulon, Padang Lawas Utara, diduga terindikasi korupsi. 

Sementara itu, proyek saluran irigasi tahun 2022, di desa terluar Kabupaten Paluta yang berbatasan dengan Kabupaten Labuhanbatu itu, diduga fiktif.

Kepala Desa Padang Matinggi, Bahrum Hasibuan kepada wartawan di kantornya, Kamis (09/02/23) mengatakan, pada tahun 2022 untuk pembangunan infrastruktur yang bersumber dari dana desa, digunakan untuk membangun saluran irigasi sepanjang 30 meter di Dusun Saba Julu dengan dana sebesar Rp 30 juta.

"Kalau infrastruktur tahun 2022 kami buat saluran irigasi tiga puluh meter dan anggarannya tiga puluh juta. Kalau mau di cek silahkan" kata Bahrum kepada wartawan.

Ketika dilakukan peninjauan ke lokasi proyek dimaksud di Dusun Saba Julu, disana tidak ditemukan pembangunan saluran irigasi tahun 2022. Bahkan warga yang ditemui disana juga mengakui sama sekali tidak ada pekerjaan pembangunan saluran irigasi di dusun itu pada tahun anggaran 2022.

" Kalau tahun 2022, setahuku tidak ada membangun saluran irigasi di Dusun Saba Julu ini" terang seorang warga.

Warga yang minta namanya tidak disebutkan itu menambahkan, memang pernah ada pembangunan saluran irigasi di Dusun Saba Julu, namun itu dikerjakan  pada tahun 2021.

"Memang ada irigasi di Dusun Saba Juli ini. Tapi setahuku itu dikerjakan tahun 2021, bukan tahun 2022" ujarnya.

Pantauan di lapangan proyek pembangunan saluran irigasi itu. Disana terdapat prasasti pembangunan saluran irigasi itu. Pada prasasti itu tertulis, proyek saluran irigasi dengan volume sepanjang 150 meter dengan anggaran Rp 61.189.700 yang dananya bersumber dari dana dana desa tahun 2021.

Namun, ketika ditelusuri sepanjang saluran irigasi itu, timbul keanehan. Karena ternyata, hanya dinding irigasi sebelah kanan saja yang dibangun sepanjang 150 meter dan tinggi 30 cm.

Sedangkan pada sebelah kiri, dinding yang dibangun hanya sepanjang 10 meter. Padahal di prasasti proyek itu jelas tertulis volume proyek irigasi itu sepanjang 150 meter.

Terkait proyek saluran irigasi tahun 2021 yang dindingnya hanya dibangun sebelah kanan saja sepanjang 150 meter dan dinding kiri hanya 10 meter, Kepala Desa Padang Matinggi, Bahrum Hasibuan, via pesan whatsapp, mengatakan, bahwa pembangunan saluran irigasi dengan model seperti itu telah sesuai dengan perencanaannya.

"Memang begitu perencanaannya" jelasnya.

Saat ditanya, siapa yang menyusun perencana dan rencana anggaran biaya (RAB) pembangunan saluran irigasi tahun 2021 itu, Bahrum Hasibuan tidak lagi menjawab.

Sementara itu, saat ditanya tentang pembangunan saluran irigasi tahun 2022 sepanjang 30 meter dengan dana Rp 30 juta yang disebut warga tidak ada di kerjakan, Bahrum Hasibuan, juga tidak memberikan jawaban. (JS)

 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size