Skip to main content
Kementrian dalam Negeri Republik Indonesia melalui Kepala  Fasilitasi Reformasi Birokrasi Sekretariat Jenderal Dr Budi Utomo SIP MSi saat berdiskusi bersama bupati Karo Terkelin Brahmana di Ruang Command Center Kominfo

Kemendagri Puji Kabupaten Karo

Karo, Tuntasonline.Com - Kementrian dalam Negeri Republik Indonesia melalui Kepala Fasilitasi Reformasi Birokrasi Sekretariat Jenderal memuji Kabupaten Karo salah satu di propinsi Sumatera Utara masuk menjadi Reformasi Birokrasi Prosedural. 

Reformasi Birokrasi adalah proses menata ulang birokrasi dari tingkat tertinggi hingga tingkat terobosan baru dengan langkah-langkah bertahap, konkret, menantang, sungguh-sungguh, berpikir cerdas  dengan paradigma yang luar biasa 

Demikian disampaikan oleh Dr. Budi Utomo, S.IP, M.Si kepala Bagian Fasilitasi Reformasi Birokrasi Sekretariat Jenderal, saat berdiskusi bersama Bupati karo Terkelin Brahmana didampingi Jonson Tarigan Plt kominfo, Selasa (26/11) pukul 10.00 Wib diruang Command Center kominfo Kabupaten Karo. 

Menurut Budi Utomo reformasi birokrasi Ada dua kategori  dijelaskan dalam  ketentuan perpres tertuang dalam Grand design Reformasi Birokrasi 2010 – 2025, yaitu RB Prosedural dan RB Subtansial.

"Di Propinsi Sumatera Utara reformasi  birokrasi mencatat masuk zona merah, karena masih banyak Kabupaten belum menetapkan aturan  RB prosedural dan RB  subtansial," ujarnya

"Dalam kurun tahun sebelumnya kepala daerah yang sudah mewujudkan  visi misinya sehingga dapat dinilai masuk dalam RB prosedural ada 6 Kabupaten, yakni Labuhan batu, Deliserdang, serdang bedagai dan  kota medan, sedangkan tahun 2019 ini muncul dua kabupaten yang lolos RB prosedural yaitu Kabupaten Taput dan kabupaten karo sendiri," sebut Budi Utomo sekaligus mengapresiasi sehingga hal ini maksut kedatangannya ke Kabupaten Karo. 

Visi misi di RPJM 2025 sudah jelas tertuang dalam  reformasi birokrasi, maka ASN dituntut good governance, sound  governance dan Dynamic governance (birokerasi berkelas dunia).

Mewujudkan ini, Budi Utomo menegaskan agar Bupati Karo harus Mengawasi dan mendorong ASN agar perangkat daerah mampu mengikuti irama visi misi Bupati Karo yang  sudah tertuang dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).

"Disinilah kelemahan kepala daerah sepanjang dirinya  sering mengunjungi menjumpai ASN kurang diklat dan bimtek sebagai jendela utama dalam meraih RB (reformasi birokrasi) berkelas dunia," tegasnya.

Sementara Bupati Karo Terkelin Brahmana menyampaikan rasa terima kasih kepada Dr. Budi Utomo, S.IP, M.Si kepala Bagian Fasilitasi Reformasi Birokrasi Sekretariat Jenderal telah memberikan saran masukan bahkan kritik yang membangun dengan cara memberikan solusi. 

Menurutnya  visi misinya semasa bupati adalah Terwujudnya Masyarakat karo yang Makmur dan Sejahtera Berbasis Pembangunan Pertanian dan Pariwisata yang Berwawasan Lingkungan.

"Nah, tentu implementasi itu kita akui ASN harus didorong disesuaikan dengan kebutuhan visi dan misi yang tertuang dalam RPJMD 2016-2021, untuk menyukseskan visi misi saya, sehingga  kedepan bagi ASN akan kita Tugaskan melakukan Diklat dan bimtek guna memenuhi diatas agar tepat sasaran, sebab selama ini masih banyak ASN belum peduli amanah Perpres Grand design Reformasi Birokrasi 2010 – 2025, menuju Dynamic governance berkelas dunia," terangnya.

"Disamping itu kita juga apresiasi, bahwa kab Karo telah dipercaya dan masuk bagian  menjadi  RB (reformasi birokrasi) Prosedural oleh Kementrian dalam Negeri Republik Indonesia bidang Fasilitasi Reformasi Birokrasi Sekretariat Jenderal," tuturnya.

"Semua ini tentu melalui proses dimana sudah kita sampaikan kepada  ASN  agar dalam bekerja  meningkatkan  integritas, aparatur sipil negara harus jadi suri tauladan, agar tidak ada lagi proses birokrasi yang berbelit-belit, pelayanan yang tidak tebang pilih. Tugas birokrasi bukan untuk mempersulit, tetapi untuk mempermudah pelayanan bagi masyarakat," tekan Terkelin 

$Selain integritas,  juga menekankan aparatur sipil negara untuk meningkatkan etos kerja. Aparatur sipil negara dituntut untuk bekerja luar biasa, bukan biasa-biasa saja. Oleh karenanya, dalam menjalankan pemerintahan, harus ditunjukkan dengan inisiatif dan kreativitas," tegasnya.(Rekro Trgn)

 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size